Mottainai… ‘What a Waste’ !!!

tumblr_nobdumjtUN1su85gro1_r2_500.gif

Pada tulisan atau artikel saya sebelumnya sempat saya singgung tentang mottainai dan kebetulan ada beberapa sahabat yang bertanya apa itu mottainai? Sebenarnya mottainai ini sudah ada dan banyak jika kita search atau browsing menggunakan search engine. Selain mottanai, akan saya sedikit singgung beberapa etika atau kebiasaan di Jepang yang berhubungan dengan makanan dan kuliner. Mottainai adalah perasaan atau ungkapan penyesalan masyarakat jepang karena telah menyia-nyiakan sesuatu. Dalam hal menyia-nyiakan ini erat kaitannya dengan waktu dan makanan. Jadi jangan heran jika masyarakat Jepang sangat menghargai waktu dan makanan.

Mottainai dari sisi makanan ini berawal dari kesadaran masyarakat Jepang sendiri dimana Jepang tidak memiliki banyak lahan untuk pertanian. Karena hasil pertanian yang terbatas masyarakat Jepang benar-benar memanfaatkan dan mengkonsumsi makanan terutama hasil pertanian tanpa pernah menyisakan sedikitpun. Selain itu mereka (masyarakat Jepang) selalu menghabiskan makanan yang disajikan pada mereka sebagai bentuk salah satu respect atau menghargai jerih payah petani serta chef  yang sudah dengan susah payah menanam dan menyiapkan makanan dengan sepenuuh hati sehingga mereka dapat menikmati sajian atau makanan tersebut.

Didukung oleh sajian kuliner tradisional Jepang yang disebut Washoku dimana menu utama yang disajikan adalah nasi dan miso soup dan didampingi dengan menu-menu lain seperti seafood, sayur baik berupa acar maupun dimasak dengan kuah semacam sup, dan menu tambahan lain yang semuanya disajikan dalam porsi kecil dan cukup untuk satu orang. Hal ini dimaksudkan agar makanan yang disajikan tidak ada yang disisakan dan terbuang dengan sia-sia. Jika ada bagian atau makanan yang tidak disukai bisa ditawarkan kepada teman atau keluarga yang berada satu meja dengan kita.

washoku

Di dalam masyarakat Jepang sendiri tidak menghabiskan makanan yang disajikan dianggap tidak sopan dan tidak memiliki rasa hormat terhadap makanan dan orang yang telah menyajikan makanan tersebut. Oleh karena itu sangat jarang dan bahkan hampir tidak pernah ditemui orang Jepang yang menyisakan makanan. Apabila menu atau makanan disajikan dalam porsi besar tidak jarang mereka memesan makanan untuk dimakan beramai-ramai dengan teman atau keluarga yang mungkin hal ini agak sedikit aneh bagi orang lain terutama yang berasal dari Eropa dan Amerika.

Selain makanan, mottainai banyak digunakan sebagai penyesalan karena membuang-buang waktu dengan percuma. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Jepang terkenal dengan ketepatan waktu. Menghargai waktu di dalam masyarakat Jepang tercermin dari ketepatan waktu kedatangan dan keberangkatan kereta dan bus yang menjadi moda transportasi umum masyarakat Jepang dalam menjalani rutinitas mereka sehari-hari. Bila dibandingkan dengan Indonesia keterlambatan atau jam karet sudah menjadi budaya dan sepertinya sampai mendarah daging terutama dalam dunia transportasi.

Seandainya masyarakat Indonesia bisa sedikit lebih menghargai dan memiliki perasaan penyesalan karena telah menyia-nyiakan sesuatu mungkin cara dan pola berpikir masyarakat Indonesia akan menjadi lebih baik dan lebih hemat. Dimulai dari yang remeh dan simpel seperti waktu dan makanan kemudian bisa diaplikasikan dalam penggunaan listrik, air maupun bahan bakar. Mari kita mulai dari sekarang dan dari diri kita sendiri… DON’T WASTE IT!!!

dont waste.jpg

Not a Picky Eater!

Masih terkait dengan mottainai diatas saya sebutkan jika ada bagian atau makanan yang tidak disukai bisa ditawarkan kepada teman atau keluarga yang berada satu meja dengan kita. Di Jepang memilih-milih makanan dianggap tidak sopan dan cenderung kasar. Orang Jepang sendiri umumnya tidak memiliki kecenderungan memilih-milih makanan. Sangat berbeda dan berlawanan sekali dengan masyarakat Indonesia, dimana sering kita temui pelanggan memesan makanan dengan permintaan khusus tanpa ini itu. Oleh karena itu saat ini banyak ditemui restoran atau rumah makan di Jepang yang menawarkan atau menanyakan makanan apa yang tidak disukai oleh pelanggan khususnya orang asing agar tidak ada makanan yang tersisa.

Slurping

Slurping atau menghisap mie hingga bersuara sangat normal terjadi di Jepang. Semakin bersuara semakin baik. Mengeluarkan suara saat makan dianggap wajar dan sebagai bentuk penghormatan kepada chef atau koki. Suara yang dikeluarkan saat makan menggambarkan bahwa makanan yang disajikan enak dan pelanggan terlihat menikmati makanannya. Oleh karena itu di Jepang semakin bersuara pada saat makan semakin baik.

Mengangkat Piring atau Mangkuk.

Bagi sebagian orang mengangkat piring atau mangkuk pada saat makan merupakan tindakan yang tidak sopan. Namun kebiasaan orang Jepang makan dengan makan mengangkat piring atau mangkuk adalah hal yang normal bahkan meminum sup langsung dari mangkuk sudah biasa dilakukan. Jadi jangan terlalu berharap akan tersedia sendok khusus untuk sup dalam penyajian washoku. Mengangkat mangkok dan kemudian ‘menyeruput’ kuah ramen sudah bukan hal yang aneh terjadi di kedai-kedai ramen di Jepang.

 

source pic: google

Advertisements

Sahabat Saya Bernama Kolesterol! #FOODPHILOSOPHY

Pada awal acara sebenarnya saya sempat sedikit was-was. Hal ini tidak lain dikarenakan pada lokasi titik kumpul atau tikum para peserta diwajibkan untuk melakukan tes kolesterol di dalam darah. Dan bisa dibayangkan betapa ngerinya saya. Padahal satu minggu sebelum acara hampir setiap malam saya pergi kulineran yang mengandung kolesterol tinggi bersama sahabat dari tim pelahap maut a.k.a dementor. Sebut saja Nasi Babat Mbok Lemu, Nasi Babat Cak Yasin, Nasi Babat Dukuh Kupang Barat, Nasi Babat kedai BCA, Tahu Campur Pak Sadak, Tahu Campur Pak Sugeng dan beberapa menu kolesterol tingkat tinggi lainnya. Ngeri ngga sob?

Setelah dilakukan pengecekan dan ternyata benar saja kandungan kolesterol saya di dalam darah mencapai angka 182. Wow banget kan dan menurut suster yang melakukan pengecekan kandungan kolesterol saya sudah dalam tahap atau level berbahaya. Dalam perjalanan dan setiap pemberhentian perasaan was-was dan ragu selalu menyelimuti. Ibarat buah simalakama tidak dimakan sayang, tapi jika dimakan ingat kolesterol hahahaha.

Selepas ‘leisuring tea time‘ di Ice Cream Zangrandi, destinasi kami selanjutnya adalah Pipe and Barrel milik Chef Ken @thebiggerchef jebolan kompetisi masak MasterChef Indonesia yang diadakan oleh salah satu televisi nasional. Sudah beberapa kali saya berkunjung ke Pipe and Barrel tapi kali ini lebih spesial karena saya dan teman-teman peserta acara melakukan kompetisi masak dadakan ala MasterChef dengan cara mengikuti resep yang telak disiapkan oleh Chef Ken dan crew Pipe and Barrel yaitu Spicy Chicken with Salted Egg Sauce dalam bahasa Suroboyoan artinya ayam pedes ambek saus ndog asin.

FOODPHILOSOPHY2

Tidak ada postingan atau artiel tersendiri yang membahas Pipe and Barrel ataupun kontes memasak ala-ala yang diadakan oleh Chef Ken. Bukan karena malas atau sedang diburu waktu untuk menyelesaikan artikel liputan event Food Philosophy bersama hemaviton Cardio lho ya. Tapi lebih dikarenakan tidak ada liputan secara khusus akibat terlalu fokus mengikuti kontes memasak ala-ala tersebut, walaupun tidak berhasil menang dan tidak mendapat hadiah acara kontes memasak ala-ala ini cukup seru dan menambah pengetahuan saya tentang memasak.

Setelah selesai acara di Pipe and Barrel kami pun bergeser menuju ke Terminal Seafood. Dan lagi saya gagal melakukan liputan tentang Terminal Seafood sehingga dengan sangat menyesal dan berat hati saya melewatkan dua moment yang seharusnya bisa saya tuangkan dalam bentuk cerita kedalam sebuah artikel sebagai bagian dari rangkaian acara Food Philosophy. Namun saya tidak berkecil hati, karena selama perjalanan dari Pipe and Barrel menuju Terminal Seafood saya memperoleh ilmu dan pengetahuan yang jarang dan mungkin tidak akan bisa saya dapatkan lagi dengan mudah di kemudian hari.

Selama perjalanan saya lebih fokus mendengarkan serta sesekali bertanya kepada Dr, Fanny Imannuddin, M.Biomed @fanny_imannuddinDr. Fanny menjelaskan bahwa tidak perlu cemas terhadap hasil kolesterol yang saya dan teman-teman peserta lain lakukan sebelum acara Food Philosophy dimulai. Lebih detail beliau menambahkan bahwa angka yang keluar dari alat pendeteksi atau untuk mengetest kandungan kolesterol dalam darah tersebut merupakan angka dari jumlah keseluruhan kolesterol kita. Padahal kolesterol sendiri terdiri dari dua macam yaitu kolesterol baik dan kolesterik tidak baik.

FOODPHILOSOPHY

Kolesterol yang baik biasa disebut kolesterol HDL (High Density Lipoprotein), walaupun kadarnya tinggi namun kolesterol HDL ini baik dan aman untuk tubuh. Bahkan tubuh sangat membutuhkan kolesterol HDL untuk menghasilkan hormone dan viramin D dalam sel dinding. Kolesterol HDL ini mengandung banyak protein. Sedangkan kolesterol yang tidak baik disebut kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein). Berbeda dengan kolesterol HDL, kolesterol LDL ini lebih banyak mengandung lemak. Umumnya tubuh mengandung sekitar 60-70% kolesterol LDL, jika kolesterol LDL terlalu banyak atau terlalu tinggi dia akan menyebabkan plak-plak pada arteri atau pembuluh darah dan ini bisa berbahaya untuk tubuh sehingga dapat menyebabkan seseorang terkena stroke dan jantung.

Apabila kandungan kolesterol tinggi maka bisa diatasi dengan cara menjaga pola makan dan mengurangi makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Selain itu juga bisa dilakukan dengan mengkonsumsi buah dan sayuran antara lain apel, anggur, alpukat, belimbing bengkuang, wortel, bayam, kembang kol, seledri, buncis dan lain-lain. Selain itu bisa juga dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung omega 3 seperti ikan laut di perairan dalam dan juga ikan salmon. Untuk memastikan kandungan kolesterol dalam tubuh seseorang harus dilakukan test labolatorium yang lebih kompleks agar dapat memperoleh hasil yang detail terkait kolesterol di dalam darah. Antara kolesterol HDL dan kolesterol LDL di dalam darah.

Mendengar penjelasan singkat dari Dr. Fanny membuat saya sedikit lebih tenang namun bukan berarti kekhawatiran saya hilang sepenuhnya. Dengan berbekal sedikit pengetahuan tentang kolesterol, keinginan untuk lebih mengontrol diri terhadap makanan yang mengadung kolesterol tinggi sempat terpikirkan, tetapi agak susah karena selalu berlawanan dengan godaan sebagai Food Blogger dimana saya harus serta dituntut untuk mencoba dan memakan apa saja tanpa terkecuali. Namun kini kekhawatiran saya semakin berkurang setelah kehadiran hemaviton Cardio, suplemen khusus untuk mengurangi dan menurunkan kolesterol di dalam tubuh. Cara mengkonsumsinya cukup mudah yaitu meminum 3 kaplet sehari. Diminum sebelum dan saat makan.

Terbukti setelah dihajar makanan full Lemak dan full kolesterol selama seharian mulai dari Soto Madura Tapak Siring, Sate Klopo Ondomohen, Bebek Sinjay, Es Krim Zangrandi, Pipe and Barrel, dan terakhir Terminal Seafood. Esok paginya ketika bangun tidur badan terasa lebih segar dan tidak terasa sakit seperti ketika tidak mengkonsumsi hemaviton Cardio. Petualangan kuliner saya lebih nyaman dan aman bersama hemaviton Cardio. Hingga tulisan ini dibuat dan dipublish, hubungan persahabatan saya dengan kolesterol semakin dekat dan kuliner pun tidak perlu was-was dan khawatir lagi. Terima kasih hemaviton Cardio.

Graha Ice Cream Zangrandi Since 1930 – Yos Sudarso #FOODPHILOSOPHY

Zangrandi.jpg

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 14.30 rombongan dari Food Philosophy bersama hemaviton Cardio sudah tiba di Graha Ice Cream Zangrandi. Ice cream yang sejak masa penjajahan kolonial Belanda sudah ada. Didirikan oleh Renato Zangrandi pada tahun 1930. Ice Cream Zangrandi sudah menjadi salah satu ikon kuliner di kota Pahlawan, Surabaya. Tetap menjaga ke-original-annya Ice Cream Zangrandi praktis tidak ada perubahan baik dari segi rasa maupun dari segi penampilan pada saat penyajiannya dari sejak berdiri hingga sekarang. Selain menjaga kualitas dari produk original tempo dulu, Ice Cream Zangrandi juga terdapat beberapa varian produk baru yang tidak kalah sensasional bila dibandingkan tempat lain baik dalam hal varian rasa dan penampilan yang lebih modern. Bahkan dari segi fisik bangunan pun tidak tampak perubahan yang berarti, hanya berbeda dari sisi interior yang sudah sedikit modern.

Menikmati udara kota Surabaya pada sore hari yang memang kebetulan sejak pagi suasananya mendung mesra mengundang keinginan untuk menikmati waktu sejenak sambil duduk santai menikmati Ice Cream Zangrandi. Saya pribadi benar-benar menyukai ambience yang ditawarkan di Ice Cream Zangrandi. Pada bagian depan atau pada bagian depan rumah biasa kita sebut teras ini terlihat berjajar kursi yang terbuat dari rotan di cat dengan warna putih dan merah pada pinggirnya. Untuk bentuk dan desain kursi rotan ini sendiri cukup sederhana dan ada sentuhan khas jaman dahulu atau sedikit tradisional menurut saya sehingga menimbulkan kesan atau suasana oldies seakan-akan kita berada di masa lalu.

Pada bagian dalam dibuat atau di desain lebih modern. Dengan ornamen berwarna coklat dan krem serta pencahayaannya disetting agak redup menimbulkan kenyamanan tersendiri sambil diiringi musik syahdu membuat kita ingin duduk berlama-lama ria sambil menikmati hidangan ice cream. Pada sisi bar atau kasir terlihat ada showcase ice cream yang sepertinya di khususkan bagi pelanggan yang memesan ice cream cone sehingga memudahkan pelanggan untuk memilih dan menunjukkan rasa atau ice cream mana yang mereka mau tanpa harus membuka buku menu terlebih dahulu.

Kebetulan saya mendapatkan Ice Cream Tutti Frutti Mocca. Dan jujur saja saya bukan pecinta olahan kuliner manis seperti ice cream, snack, maupun minuman es karna saya sendiri sudah terlalu manis hehehe… Walaupun bukan pencinta rasa manis tapi Ice Cream Tutti Frutti Mocca dari Ice Cream Zangrandi ini cukup enak dan kandungan susu yang ada di dalam ice cream pun pas jadi tidak terasa eneg dan manisnya pun tidak berlebihan. Rasa nya sendiri sangat kuat bahkan sebagian dari teman-teman peserta beranggapan bahwa itu adalah rasa kopi padahal bukan. Seperti biasa apapun itu selama enak dan menggiurkan pasti tidak akan bisa bertahan lama bagi saya. Tidak sampai 5 menit ice cream bagian saya sudah ludes tak berbekas.

Selepas menghabiskan ice cream, kembali menikmati ambience Graha Ice Cream Zangrandi sambil bercengkrama dengan sahabat dan teman-teman yang baru saya kenal selama acara Food Philosophy ini merupakan pilihan yang tepat. Setelah ngobrol dan bercanda dengan sesama peserta tak terasa waktu berlalu begitu cepat itu berarti kenyamanan yang ditawarkan oleh Graha Ice Cream Zangrandi benar-benar layak diacungi jempol, kenyamanannya benar perfecto empat jempol untuk Zangrandi!

So bagi sobat surabaya kuliner yang bingung menghabiskan waktu sore hari ataupun bingung mencari lokasi untuk bercengkrama ngobrol santai bersama rekan, sahabat maupun saudara bisa datang ke Graha Ice Cream Zangrandi lokasinya pun cukup strategis karena berada di pusat kota Surabaya. Dan akhirnya waktu juga yang memisahkan saya dan kursi nyaman di Ice Cream Zangrandi, saatnya melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya untuk kembali menumpuk kolesterol… #FullKolesterol

Graha Ice Cream Zangrandi
Jalan Yos Sudarso 15
Surabaya

Zangrandi-2

Zangrandi-5

Zangrandi-4

Zangrandi-3

 

Sang Fenomenal Bebek Sinjay – Bangkalan #FOODPHILOSOPHY

Siapa yang tidak tahu Bebek Sinjay? Bebek paling enak dan terkenal seantero nusantara ini. Warung yang didirikan oleh Pak Zainal pada tahun 2001 pada awal mulanya hanya sebuah warung kecil dipinggir jalan dan berawal dari keisengan Pak Zainal disaat waktu luang. Sebagai peternak bebek tentu Pak Zainal memiliki banyak waktu luang selepas mengurusi ternaknya. Lambat laun warung nasi bebek semakin ramai sehingga memaksa Pak Zainal dan keluarganya memindahkan warungnya ke tempat yang lebih luas. Hingga saat ini warung Bebek Sinjay di jalan Ketengan 45 Bangkalan Madura ini mampu menampung hingga 500 pengunjung dalam waktu yang bersamaan.

Bebek Sinjay memang sudah terkenal jauh sebelum jembatan Suramadu beroperasi, namun semenjak jembatan Suramadu diresmian oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2009 daya tarik dan nama besar Bebek Sinjay makin meledak dan menjadi sensasi tersendiri dalam dunia kuliner Indonesia dan Madura Khususnya. Setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 jam operasional Bebek Sinjay ini selalu dipenuhi oleh pelanggan dari yang mulai penasaran hingga pelanggan setia yang sudah beberapa kali menikmati Bebek Sinjay.

Dan berbeda dengan rumah makan atau warung lainnya dimana pengunjung bisa duduk dan memesan makanan, maka pemandangan berbeda tampak di warung Bebek Sinjay ini. Pengunjung diharuskan memesan dan membayar langsung bebek yang mereka pesan. Walaupun Bebek Sinjay sudah memiliki banyak cabang di Surabaya dan kota-kota besar lainnya di Jawa Timur dan bahkan Indonesia seperti Malang, Bandung dan Jakarta. Antrian di depan kasir nampak masih cukup panjang walaupun tidak sepanjang 1-2 tahun lalu dimana antrian bisa mencapai hingga lebih dari 6 meter setiap harinya.

Ini bukan pertama kali saya menikmati Bebek Sinjay akan tetapi ini adalah kunjungan pertama saya ke pusatnya Bebek Sinjay yang berada di Bangkalan, Madura. Bersama rombongan peserta dan panitia dari Food Philosophy bersama hemaviton Cardio, saya berkesempatan untuk berkunjung dan menikmati Bebek Sinjay langsung dari kandangnya… ups makasud saya di pusatnya. Sebenarnya Madura ini merupakan kandang dari kuliner bebek yang sangat fenomenal. Selain Bebek Sinjay, masih ada Warung Ole-Olang, Bebek Songkem dan beberapa tempat atau rumah makan yang menyajikan menu olahan bebek dengan bumbu khas Madura.

Kedatangan rombongan food trip Food Philosophy ini disambut dengan sebuah kelapa muda. Kelapa muda disajikan plain tanpa diberi es dan pemanis atau sirup. Diminum selepas perjalanan yang cukup panjang dari Surabaya menuju Bangkalan melewati jembatan Suramadu membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 1 jam dan kelapa muda cukup membantu kami untuk menghilangkan dahaga sebelum menyantap sajian utama yaitu Bebek Sinjay.

Tanpa harus melewati antrian dan menunggu lama, Bebek Sinjay untuk rombongan Food Philosohy sudah tersaji dan siap untuk disantap. Jika dibandingkan dengan bebek lain sekilas Bebek Sinjay ini tidak nampak spesial atau berbeda. Seporsi nasi bebek berisikan 1/4 ekor bebek dan kebetulan saya mendapatkan paha, kemudian ada kremesan yang ditaburkan diatas bebek selain itu juga dilengkapi sambel pencit atau sambal mangga muda yang pedasnya cukup cetar juga, dan terakhir ada lalapan timun dan juga daun kemangi.

Dalam daging bebek ini mengandung kolesterol yang cukup tinggi untuk itu sebelum memulai pertarungan dengan seporsi nasi Bebek Sinjay saya memerlukan persiapan matang dengan meminum sebutir hemaviton Cardio sebelum makan agar kolesterol yang terkandung didalam daging bebek bisa segera diatasi dan tidak mengganggu aktivitas saya dalam dunia perkulineran disaat yang akan datang.

bebek-sinjay---fp1

Setelah persiapan sudah cukup matang dan hemaviton Cardio sudah saya minum saatnya bertarung dengan Bebek Sinjay. Dan dengan cepat ronde pertama pun dimulai, saya mulai mencoba melakukan serangan pembuka dengan mencolek sambel pencit dan ternyata memang benar sambelnya sangat konsisten yaitu cetar membahenol alias sangat pedas dan irisan mangga muda juga masih terasa fresh. Kemudian saya mencoba menyerang lagi kali ini pada bagian nasi diikuti sedikit senggolan di dibagian kremesan dan sedikit sambel serta menggunakan teknik kuncian lima jari berusaha mengaduknya bersama nasi dan sambel pencit. Gurih, asin, pedas, manis dan kecut begitulah kira-kira gambaran hasil dari pergumulan saya dengan nasi, kremesan dan sambal pencit.

Sebagai langkah pamungkas sebelum mengakhiri pertarungan di ronde pertama saya berusaha melakukan serangan mematikan dengan mematahkan tulang bebek diikuti gigitan maut pada bagian paha. Daging paha bebek saya cabik-cabik dengan begitu mudahnya karena memang daging Bebek Sinjay ini tidak alot sehingga tidak memerlukan usaha yang lebih untuk bisa memakannya. Daging bebek sudah didalam mulut dan saya mencoba menerka-nerka kandungan bumbu atau rempah apa saja yang digunakan untuk memasak. Secara samar terasa ada daun jeruk, jahe, lengkuas, kunyit, serai dan tak lupa juga bawang merah dan bawang putih.

Singkat cerita ronde pertama berhasil saya menangkan, skor 1-0 untuk keunggulan saya. Ronde kedua harus saya menangkan karena setelah pemberhentian di Bebek Sinjay masih ada 3 pemberhentian di dalam acara Food Philosophy bersama hemaviton Cardio. Tidak jauh berbeda dengan ronde pertama, di ronde kedua ini nyaris tidak ada perlawanan yang cukup berarti sehingga ronde ketiga tidak perlu digelar karena pemenang sudah ditentukan dalam 2 ronde. Pertarungan 2 ronde berisikan 2 nasi, 2 bebek goreng berhasil saya lahap dengan sangat menyakinkan.

Dan bagi sobat surabaya kuliner yang ingin tau bagaimana rasanya bertarung dengan Bebek Sinjay ataupun ingin dan sedang mencari Sparring Partner bisa langsung menuju Bebek Sinjay. Seporsi nasi bebek dan sebotol air mineral hanya perlu membayar IDR 25.000 saja.

Warung Bebek Sinjay
Jalan Raya Ketengan 45 Tunjung Burneh
Kabupaten Bangkalan, Madura.

bebek-sinjay---fp2

bebek-sinjay---fp3

bebek-sinjay---fp4

Sate Klopo Legendaris – Ondomohen (Walikota Mustajab) #FOODPHILOSOPHY

sate-ondomohen---fp-4

Ketika mendengar sate klopo (kelapa) apa yang ada di benak anda? Kelapa yang dipotong dadu kemudian ditusuk sate dan dibakar dengan arang? Tentu  saja bukan. Sate kelapa atau yang biasa disebut sate klopo dengan menggunakan bahasa Suroboyoan ini terbuat dari daging sapi yang diiris kecil kemudian dibalur atau diberi parutan kelapa yang tela diberi bumbu sebelumnya.

Masih dalam rangkaian food trip dalam acara Food Philosophy bersama hemaviton Cardio. Pemberhentian kami yang kedua tempatnya tentu sudah tidak asing bagi warga Surabaya, sudah menjadi destinasi kuliner kategori wajib jika mengunjungi kota Surabaya yaitu Sate Klopo Ondomohen. Sate Klopo Ondomohen ini sudah menjadi legendaris dalam dunia perkulineran di Surabaya dan merupakan pilihan pertama dalam perburuan kuliner persatean khususnya sate klopo. Memang jika ditelisik lebih dalam sebenarnya tidak banyak warung yang menyajikan sate klopo di Surabaya. Karena pada umumnya sate klopo ini dijual secara disungu atau digendong diatas kepala oleh bhok-bhok (baca: ibu-ibu) asal madura keliling perkampungan atau dekat pasar tradisional.

Sate Klopo Ondomohen sendiri berasal dari nama jalan tempat atau lokasi bu Asih berjualan yaitu jalan Ondomohen pada masa pendudukan Belanda yang kemudian berganti nama menjadi jalan Walikota Mustajab. Tidak diketahui pasti kapan ibu Asih ini memulai usahanya berjualan sate klopo di jalan Ondomohen. Sebenarnya ingin rasanya mengorek-ngorek informasi lebih dalam lagi mengenai Sate Klopo Ondomohen bu Asih ini namun karena terkendala jadwal dan keasyikan ngobrol dengan peserta lain niat untuk interview singkat pun urung dilakukan. Mungkin next time harus bisa dapat cerita asal muasal Sate Klopo Ondomohen.

Kembali ke rangkaian acara Food Philosophy bersama hemaviton Cardio, sebenarnya Sate Klopo Ondomohen ini bukan destinasi kami yang kedua karena setelah menikmati Soto Madura Tapak Siring kami lantas menikmati tugu kebanggaan arek-arek Suroboyo yakni Tugu Pahlawan. Setelah sekitar 30 menit kami menikmati dan mengunjungi Tugu Pahlawan beserta museum Tugu Pahlawan yang berada di dalam satu kawasan kompleks Tugu Pahlawan kami pun harus segera menuju Sate Klopo Ondomohen seperti yang telah saya ceritakan diatas.

Di lokasi Sate Klopo Ondomohen kami langsung disajikan pertunjukkan ala mbak-mbak karyawan Sate Klopo Ondomohen yang sedang membakar sate. Jadi sobat surabaya kuliner, Sate Klopo Ondomohen ini disajikan fresh from the oven berdasarkan pesanan pelanggan dan pelanggan pun bisa menyaksikan proses pembakaran sate yang akan mereka santap. Pasti sudah bisa dibayangkan aroma sedap dari asap pembakaran sate tersebut terbang kesana kemari menggoda sukma kami para pelahap maut untuk segera menyantap habis sate-sate tersebut.

sate-ondomohen---fp-2

Lagi-lagi sesuai tema Full Kolesterol kali ini pesanan saya sedikit spesial, yaitu sate sum-sum dan sate otot. Huahahaha… dari namanya saja sudah sangat menggoda iman. Setelah menunggu sekitar 10 menit tibalah pesanan saya yang pertama sate sum-sum sapi. Mendengar nama sate sum-sum ini rupanya juga menggoda tim dokumentasi atau tim khusus dari hemaviton Cardio untuk meliput dan mendokumentasikan semua kegiatan acara Food Philosophy dari awal hingga akhir acara. Tim dari hemaviton pun meminta ijin untuk meminjam sate pesanan saya untuk dijadikan objek foto bersama produk hemaviton Cardio.

sate-ondomohen---fp-3

Setelah selesai sesi pemotretan sate sum-sum, tak perlu menunggu lama saya coba setusuk sate sum-sum dan segera memasukkannya ke dalam mulut. Tanpa perlu dikunyah sate sum-sum ini segera meluncur ke tenggorokan dan masuk ke lambung. Tekstur khas dari sum-sum yang lembut tetap terasa dan ketika disantap masih dalam kondisi panas atau hangat dapat melipat gandakan kenikmatannya. Apalagi ditambah saus kacang atau bumbu kacangnya yang terasa ‘nutty‘ banget. Untuk rasa satenya sendiri cenderung agak asin-gurih sedangkan rasa bumbu atau saus kacang lebih cenderung manis. Seperti rasa manis perpaduan antara kacang, gula jawa dan kecap manis.

Tak selang berapa lama kemudian munculah pesanan saya yang kedua yakni sate otot. Begitu sampai meja foto sebentar dan langsung ambil setusuk lhebbbb… Empuk pake banget ternyata sate ototnya. Pada awal mulanya saya mengira bahwa sate otot ini teksturnya akan hampir sama seperti masakan atau olahan otot lainnya yang kenyal dan sedikit alot. Ketika digigit memang terasa kenyal namun dengan mudah terpotong oleh gigi sehingga memudahkan bagi siapapun untuk memakannya. Disantap dengan seporsi nasi yang sudah tersedia dipadu dengan parutan kelapa atau serundeng dibagian pinggir di tiap-tiap porsi nasi yang disediakan.

Menulis artikel tentang kuliner ternyata sangat berat terutama saat menulis perut dalam kondisi lapar, sungguh siksaan batin yang teramat sangat. Bagi sobat surabaya kuliner yang penasaran dengan Sate Klopo Ondomohen tak perlu merogoh kocek terlalu dalam karena seporsi sate sum-sum dan sate otot per porsinya (10 tusuk) cukup dihargai IDR 28.000 saja.

Sate Klopo Ondomohen
Buka mulai pagi hingga malam hari.
di Jalan Walikota Mustajab 29-31
Surabaya

sate-ondomohen---fp-1

sate-ondomohen---fp-5.jpg

Soto Madura Tapak Siring – Dharmahusada #FOODPHILOSOPHY

soto-tapak-siring---fp-2

Kebetulan beberapa saat yang lalu saya tidak turut ayah pergi ke kota namun mengikuti acara Food Philosophy Trip yang diadakan oleh hemaviton Cardio bersama dengan teman-teman dengan blogger Surabaya. Saya bersama rekan-rekan dari SurabayaKuliner.co.id turut serta diundang pada event tersebut. Melihat susunan acara atau rute pemberhentian yang diberikan oleh panitia, kami sebagai pecinta sekaligus blogger kuliner juga merasa takjub dengan rute kuliner yang akan kami tuju pada acara hemaviton Cardio Food Philosophy Trip kali ini.

Langsung fokus pada trip kulinernya, pemberhentian kami yang pertama adalah Soto Madura Tapak Siring yang berlokasi di jalan Dharmahusada. Sebenarnya Soto Tapak Siring di Dharmahusada ini merupakan cabang dari Soto Tapak Siring yang pusatnya berada di jalan Tapak Siring tidak jauh dari jalan Dharmawangsa sekitar 2 kilometer saja. Namun karena akses jalan menuju jalan Tapak Siring tidak dapat dijangkau oleh bus yang kami tumpangi maka dengan berat hati kami urung mengunjungi Soto Tapak Siring pusat.

Walaupun demikian kami tidaklah kecewa, karena cabangnya yang berada di jalan Dhamahusada ini juga tidak berbeda dengan yang berada di pusat alias sama saja hehehe…  Jalan Dharmahusada sendiri sangat mudah karena merupakan salah satu jalan yang cukup terkenal dan sering menjadi destinasi kuliner di kalangan warga Surabaya maupun pecinta kuliner dari luar kota Surabaya. Sebut saja Bebek Pak Joss, tahu tek Pak Jayen, depot Bu Rudy, Ice Cream Zangrandi, dan berbagai macam warung, depot, rumah makan, cafe dan bahkan restauran ternama juga ikut nampang di jalan Dharmahusada.

Sama seperti soto madura lainnya, Soto Madura Tapak Siring ini menggunakan kayu bakar untuk perapiannya tidak menggunakan minyak ataupun gas. Bagi sebagian orang, asap dari kayu bakar ini cukup mengganggu baik dari segi bau yang sedikit menyengat dan juga sedikit pedih di mata. Meskipun dirasa demikian tapi tidak menyurutkan minat pecinta soto dan pelanggan setia Soto Madura Tapak Siring ini. Karena salah satu nilai plus dari digunakannya kayu bakar sebagai pengapian adalah aromanya yang khas dan aroma ini tidak dapat diperoleh apabila dimasak menggunakan minyak ataupun gas.

Tak selang berapa lama soto yang sudah dipesankan oleh pihak panitia hemaviton Cardio Food Philosophy Trip sudah disajikan diatas meja. Sesuai dengan salah satu tujuan food trip kali ini yaitu FULL KOLESTEROL makanya begitu melihat soto yang sudah tersaji diatas meja dengan begitu indahnya nampak begitu menggota dengan beberapa iris usus, babat, ati dan juga paru. Sebagai pecinta kuliner tentu tak akan melewatkan seiris pun jerohan tersisa.

Kuahnya sedikit ‘heavy‘ menurut saya, jika biasanya soto madura dihidangkan agak ‘plain‘ sehingga kita bisa bebas menambahkan garam, kecap asin, kecap manis dan jeruk nipis sesuai selera. Maka disini kuahnya sendiri sudah terasa agak asin, ditambah lagi kunir dan bumbu khas soto lainnya juga terasa lebih kuat dari soto madura kebanyakan. Belum lagi kaldu bercampur lemak dari daging hingga jerohan tak kalah menambah ‘heavy‘ kaldu dari Soto Madura Tapak Siring ini.

Ditambah dengan sedikit jeruk nipis dan sambal dan ditunjang dengan cuaca kota Surabaya kala itu yang sedang mendung mesra menambah romantisme dalam menikmati seporsi soto madura yang disajikan dalam kondisi panas. Sebagai front man dari tim pelahap mau a.k.a dementor dari SurabayaKuliner.co.id tak membutuhkan waktu lama untuk memindahkan seporsi soto kedalam perut. Tinggal lhebbb!

Untuk daging dan jerohannya sendiri cukup empuk, tak perlu dikunyah terlalu lama sambil disruput saja sudah hilang dari peredaran hehehehe… Untuk kaum ‘semego’ seperti saya nasi di Soto Madura Tapak Siring ini sedikit mungil dan sudah tersedia ditiap-tiap meja dalam keadaan terbungkus daun pisang. Yup inilah salah satu ciri khas lain dari Soto Madura Tapak Siring.

Tak lupa juga minum sebutir hemaviton Cardio saat makan agar kolesterol yang masuk segera luntuuurrrr bersamaan dengan diminumnya hemaviton Cardio…!

soto-tapak-siring---fp-3

Dan bagi sobat yang penasaran ingin segera mencicipi Soto Madura Tapak Siring bisa segera meluncur per porsi bisa ditebus dengan harga IDR 25.000 saja tidak termasuk nasi.

Soto Madura Tapak Siring
Jalan Dharmahusada 14
Surabaya

soto-tapak-siring---fp

soto-tapak-siring---fp-4

soto-tapak-siring---fp-5.jpg

Nasi Babat Cetar di Pepelegi (Repost)

Sebagai admin dan sekaligus kontributor atau penulis di surabayakuliner.co.id menulis artikel tentang kuliner bukan hal baru bagi saya, jika sebelumnya saya sudah sempat share atau menulis tentang bebek lepas tulang Cak Selem di Gresik kali ini juga sedikit keluar dari kota Surabaya. Dan lagi-lagi masih kuliner yang berhubungan erat dengan yang namanya kolesterol yaitu nasi babat.

Begitu mendengar kata babat widih… Air liur tiba-tiba mengalir membasahi mulut, udah ngiler aja bawaannya kalau mendengar kata babat hehehe. Kali ini sedikit keluar dari daerah kekuasaan dan berkunjung ke kota tetangga yaitu Sidoarjo. Ada informasi dari seorang sahabat bahwa ada nasi babat enak yang baru buka di jalan Raya Pepelegi, tepatnya di seberang kantor Miwon Group. Jika dari jalan raya Waru ke arah Surabaya ada jalan kecil setelah Ruko Gateway dan sebelum Giant itu belok kiri kemudian sekitar 50 meter setelah belok sebelah kanan jalan ada keber atau spanduk dari kedai BCA terbentang. Jangan salah mengira kedai BCA ini tidak ada hubungan ataupun sangkut pautnya dengan Bank BCA maupun group BCA. Karena BCA pada nama kedai BCA ini memiliki kepanjangan kedai Bebek Cak Andi disingkat kedai BCA.

Sebenarnya ada beberapa menu yang ada di kedai BCA, namun karena sejak awal sudah tertarik dengan nasi babatnya. Begitu tiba di lokasi kejadian tidak perlu menunggu lama langsung saja pesan nasi babat 1 porsi. Kali ini makannya cukup 1 porsi saja maklum porsi makan saya sekarang sudah tidak seperti dulu yang sanggup menghabiskan lebih dari 2 porsi dalam sekali makan saja. Makanya jangan heran jika body saya masih slim bila dibandingkan dengan rekan-rekan admin yang lain. Terutama dua dari tiga orang member dari grup Trio Babat. Oh iya kali ini saya makan babat sendiri saja tanpa didampingi oleh Trio Babat karena Cak Tatax dan Cak Budiono sedang sibuk kursus balet katanya, ya semoga saja beliau berdua tidak membaca tulisan saya ini hahaha.

Nasi-Babat-Kedai-BCA

Setelah menunggu sekitar 10 menit akhirnya pesanan nasi babat saya tiba juga. Nasi babat disini sedikit berbeda dari cara penyajian jika dibandingkan dengan nasi babat lainnya yang khas madura. Proses masaknya masih sama yaitu dengan digoreng, namun yang menjadikan nasi babat di kedai ABC sedikit berbeda yaitu ada bumbu bebek. Memang bumbu kuning bebek yang disajikan tidak setajam bumbu bebek pada kebanyakan namun cukup nikmat dipadukan dengan nasi putih hangat. Dan satu lagi yang berbeda yaitu sambalnya, sambal disini juga menggunakan sambal semacam sambal bajak menurut saya tidak terlalu pedas dan cenderung agak manis. Jika nasi babat kebanyakan menggunakan sambal korek yang begitu galak pedasnya khususnya nasi babat madura dimana sambalnya sangat pedas dan rasanya cenderung sedikit asin.

Saya suka memakan nasi dengan cara mengaduk rata antara nasi, bumbu bebek dan sambal serta tidak lupa serundeng kelapa. Rasa asin bumbu, manis pedasnya sambal dan ditambah dengan gurih dari serundeng  berpadu dengan indahnya. Untuk babatnya sendiri cukup gurih dan bumbunya pun merasuk sampai ke bagian dalam dari babat. Babat diris agak tebal akan tetapi babatnya ini masih empuk dan tidak alot. Bahkan sejauh ini mungkin babat di kedai ABC ini adalah babat yang paling empuk yang pernah saya makan selama berpetualang di dunia perbabatan di Surabaya. Overall nasi babat kedai ABC ini enak dan balenable alias layak untuk dikunjungi lagi. Perjalanan kali ini tidak sia-sia walaupun panas dan jauh namun sepadan dengan rasa nasi babat yang saya nikmati kali ini.

Jika sobat sukulers ada yang berdomisili di sekitar kawasan waru atau pepelegi maupun sedang dalam perjalanan menuju Sidoarjo dan melintasi jalan waru jangan ragu untuk mencoba nasi babat kedai ABC. Nasi babat per porsinya cukup ditebus dengan harga Rp 15.000,- saja. Pokoke mantap, salam babat mania yihaa…

Kedai BCA (Bebek Cak Andi)
Jalan Raya Pepelegi
Buka mulai pukul 07.00-14.00

kedai-bca