Sang Fenomenal Bebek Sinjay – Bangkalan #FOODPHILOSOPHY

Siapa yang tidak tahu Bebek Sinjay? Bebek paling enak dan terkenal seantero nusantara ini. Warung yang didirikan oleh Pak Zainal pada tahun 2001 pada awal mulanya hanya sebuah warung kecil dipinggir jalan dan berawal dari keisengan Pak Zainal disaat waktu luang. Sebagai peternak bebek tentu Pak Zainal memiliki banyak waktu luang selepas mengurusi ternaknya. Lambat laun warung nasi bebek semakin ramai sehingga memaksa Pak Zainal dan keluarganya memindahkan warungnya ke tempat yang lebih luas. Hingga saat ini warung Bebek Sinjay di jalan Ketengan 45 Bangkalan Madura ini mampu menampung hingga 500 pengunjung dalam waktu yang bersamaan.

Bebek Sinjay memang sudah terkenal jauh sebelum jembatan Suramadu beroperasi, namun semenjak jembatan Suramadu diresmian oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2009 daya tarik dan nama besar Bebek Sinjay makin meledak dan menjadi sensasi tersendiri dalam dunia kuliner Indonesia dan Madura Khususnya. Setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 jam operasional Bebek Sinjay ini selalu dipenuhi oleh pelanggan dari yang mulai penasaran hingga pelanggan setia yang sudah beberapa kali menikmati Bebek Sinjay.

Dan berbeda dengan rumah makan atau warung lainnya dimana pengunjung bisa duduk dan memesan makanan, maka pemandangan berbeda tampak di warung Bebek Sinjay ini. Pengunjung diharuskan memesan dan membayar langsung bebek yang mereka pesan. Walaupun Bebek Sinjay sudah memiliki banyak cabang di Surabaya dan kota-kota besar lainnya di Jawa Timur dan bahkan Indonesia seperti Malang, Bandung dan Jakarta. Antrian di depan kasir nampak masih cukup panjang walaupun tidak sepanjang 1-2 tahun lalu dimana antrian bisa mencapai hingga lebih dari 6 meter setiap harinya.

Ini bukan pertama kali saya menikmati Bebek Sinjay akan tetapi ini adalah kunjungan pertama saya ke pusatnya Bebek Sinjay yang berada di Bangkalan, Madura. Bersama rombongan peserta dan panitia dari Food Philosophy bersama hemaviton Cardio, saya berkesempatan untuk berkunjung dan menikmati Bebek Sinjay langsung dari kandangnya… ups makasud saya di pusatnya. Sebenarnya Madura ini merupakan kandang dari kuliner bebek yang sangat fenomenal. Selain Bebek Sinjay, masih ada Warung Ole-Olang, Bebek Songkem dan beberapa tempat atau rumah makan yang menyajikan menu olahan bebek dengan bumbu khas Madura.

Kedatangan rombongan food trip Food Philosophy ini disambut dengan sebuah kelapa muda. Kelapa muda disajikan plain tanpa diberi es dan pemanis atau sirup. Diminum selepas perjalanan yang cukup panjang dari Surabaya menuju Bangkalan melewati jembatan Suramadu membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 1 jam dan kelapa muda cukup membantu kami untuk menghilangkan dahaga sebelum menyantap sajian utama yaitu Bebek Sinjay.

Tanpa harus melewati antrian dan menunggu lama, Bebek Sinjay untuk rombongan Food Philosohy sudah tersaji dan siap untuk disantap. Jika dibandingkan dengan bebek lain sekilas Bebek Sinjay ini tidak nampak spesial atau berbeda. Seporsi nasi bebek berisikan 1/4 ekor bebek dan kebetulan saya mendapatkan paha, kemudian ada kremesan yang ditaburkan diatas bebek selain itu juga dilengkapi sambel pencit atau sambal mangga muda yang pedasnya cukup cetar juga, dan terakhir ada lalapan timun dan juga daun kemangi.

Dalam daging bebek ini mengandung kolesterol yang cukup tinggi untuk itu sebelum memulai pertarungan dengan seporsi nasi Bebek Sinjay saya memerlukan persiapan matang dengan meminum sebutir hemaviton Cardio sebelum makan agar kolesterol yang terkandung didalam daging bebek bisa segera diatasi dan tidak mengganggu aktivitas saya dalam dunia perkulineran disaat yang akan datang.

bebek-sinjay---fp1

Setelah persiapan sudah cukup matang dan hemaviton Cardio sudah saya minum saatnya bertarung dengan Bebek Sinjay. Dan dengan cepat ronde pertama pun dimulai, saya mulai mencoba melakukan serangan pembuka dengan mencolek sambel pencit dan ternyata memang benar sambelnya sangat konsisten yaitu cetar membahenol alias sangat pedas dan irisan mangga muda juga masih terasa fresh. Kemudian saya mencoba menyerang lagi kali ini pada bagian nasi diikuti sedikit senggolan di dibagian kremesan dan sedikit sambel serta menggunakan teknik kuncian lima jari berusaha mengaduknya bersama nasi dan sambel pencit. Gurih, asin, pedas, manis dan kecut begitulah kira-kira gambaran hasil dari pergumulan saya dengan nasi, kremesan dan sambal pencit.

Sebagai langkah pamungkas sebelum mengakhiri pertarungan di ronde pertama saya berusaha melakukan serangan mematikan dengan mematahkan tulang bebek diikuti gigitan maut pada bagian paha. Daging paha bebek saya cabik-cabik dengan begitu mudahnya karena memang daging Bebek Sinjay ini tidak alot sehingga tidak memerlukan usaha yang lebih untuk bisa memakannya. Daging bebek sudah didalam mulut dan saya mencoba menerka-nerka kandungan bumbu atau rempah apa saja yang digunakan untuk memasak. Secara samar terasa ada daun jeruk, jahe, lengkuas, kunyit, serai dan tak lupa juga bawang merah dan bawang putih.

Singkat cerita ronde pertama berhasil saya menangkan, skor 1-0 untuk keunggulan saya. Ronde kedua harus saya menangkan karena setelah pemberhentian di Bebek Sinjay masih ada 3 pemberhentian di dalam acara Food Philosophy bersama hemaviton Cardio. Tidak jauh berbeda dengan ronde pertama, di ronde kedua ini nyaris tidak ada perlawanan yang cukup berarti sehingga ronde ketiga tidak perlu digelar karena pemenang sudah ditentukan dalam 2 ronde. Pertarungan 2 ronde berisikan 2 nasi, 2 bebek goreng berhasil saya lahap dengan sangat menyakinkan.

Dan bagi sobat surabaya kuliner yang ingin tau bagaimana rasanya bertarung dengan Bebek Sinjay ataupun ingin dan sedang mencari Sparring Partner bisa langsung menuju Bebek Sinjay. Seporsi nasi bebek dan sebotol air mineral hanya perlu membayar IDR 25.000 saja.

Warung Bebek Sinjay
Jalan Raya Ketengan 45 Tunjung Burneh
Kabupaten Bangkalan, Madura.

bebek-sinjay---fp2

bebek-sinjay---fp3

bebek-sinjay---fp4

Advertisements

Author: namakuyuka

An ordinary boy who loves food, games, sports, and many other things

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s