Es Alpukat Mocca Dempo – Malang

Masih kelanjutan dari Foodtrip Malang Kuliner kemarin. Jika ke Malang tidak lengkap rasanya tanpa mencoba kuliner disekitaran sekolah SMAK St. Albertus Malang atau lebih terkenal dengan sebutan SMA Dempo. Disebut demikian karena sekolah SMAK St. Albertus ini terletak di jalan Dempo kota Malang. Dan bila berbicara soal SMA Dempo tidak jauh juga hubungannya dengan kuliner. Di sekitar SMA Dempo ini terkenal dengan beberapa warung/depot yang menyajikan es teler, dan salah satu yang terkenal adalah Es Alpukat Mocca.

Dari rekomendasi beberapa sahabat salah satunya adalah Ning Cece yang tak lain adalah Admin dari surabayakuliner.co.id. Ini adalah destinasi pertama di kota Malang setelah setelah sempat mampir untuk sarapan di nasi punel Hj. Lin bangil. Sebenarnya ada beberapa warung atau depot dengan sajian yang hampir sama di Dempo ini namun perhatian saya tertuju pada warung dan depot dengan pengunjung paling banyak atau paling ramai.

Walaupun ramai dan antri sebentar tapi pelayanan disini cepat jadi tak perlu menunggu lama udah keluar. Sesuai rekomendasi saya pesan es alpukat mocca, mumpung lagi cheating day jadi makannya di genjot hehehehe… Saya bukan penggemar manis karena menurut orang-orang terdekat saya ini udah manis dari sononya tapi gpp lah khusus Foodtrip kali ini saya makan yang manis-manis dan es alpukat mocca ini salah satunya.

Sepintas rasa es alpukat mocca ini mirip dengan avocado coffe milik salah satu tenant coffe yang sudah cukup ternama dan memiliki cabang dibanyak tempat. Jika avocado coffe lebih menyerupai jus alpukat yang di mix dengan coffee espresso maka es alpukat mocca ini lebih seperti es teler dengan isian alpukat dengan sirup mocca dan ditambah dengan susu kental. Hanya saja menurut saya es alpukat mocca ini rasa moccanya sedikit kurang banyak atau kurang kuat sehingga kalah dengan susu kental manis coklat.

Sedikit kurang bitter buat saya atau mungkin karena akhir-akhir ini lagi suka minum kopi hitam tanpa gula. Masalah selera bisa berbeda namun buktinya es alpukat mocca ini sudah memiliki penggemar sendiri dan bagi penikmat kuliner di kota Malang es alpukat mocca ini telah menjadi salah satu ciri khas kuliner di sekitaran SMA Dempo.

Selain es alpukat mocca yang banyak dipesan ada juga mie ayam. Tapi menurut saya ini lebih mendekati mie pangsit ketimbang mie ayam. Tau kan bedanya mie pangsit dan mie ayam? Selain dibedakan karena ada pangsit tapi juga dari topping mie itu sendiri. Saya bukan penggemar mie tapi bisa dikatakan mie disini lumayan juga. Overall kuliner di dempo masih worthed lah jika dibela-belain dari Surabaya ke Malang buat makan aja. Selain itu gado-gado disini juga direkomendasikan oleh sahabat-sahabat saya namun karena perjalanan Foodtrip di kota Malang ini masih panjang jadi saya simpan untuk kunjungan berikutnya.

Penasaran tujuan atau kuliner saya berikutnya? Ikuti terus info dan artikel saya seputar Foodtrip di kota Malang berikutnya…

  • Es Alpukat Mocca IDR 11k
  • Mie Ayam Bakso 12k
  • Mie Ayam Komplit 15k

Es Teler Dempor No 7
Jln Gede (Belakang SMAK St. Albertus)
Malang

Advertisements

Nasi Punel Hj. Lin – Bangil

Secara pribadi saya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1438H untuk para sahabat dan pembaca yang merayakan. Masih terbawa suasana lebaran dan kebetulan acara keluarga semua bertepatan pada hari pertama lebaran maka di hari kedua saya tidak ada kerjaan. Singkat cerita perjalanan trip kuliner kali ini benar-benar serba spontanitas dan tidak direncanakan. Tidak ada tujuan, tidak ada planning yang matang pokoknya berangkat ke kota Malang dan mencari kuliner khas yang ada disana.

Seperti pemberhentian pertama ini terpaksa sedikit belok dari destinasi awal yaitu Bangil. Terdorong rasa penasaran dengan segala macam cerita dari sahabat dan kerabat mengenai kuliner khas bangil, Nasi Punel membuat saya memutar kemudi, tujuan utama adalah Nasi Punel yang berada di dekat stasiun bangil yang konon katanya paling enak. Namun apa daya karena warung nasi punel yang dituju tutup maka dengan sigap tanya kepada mbah yang paling tau segalanya mbah google.

Tidak jauh dari lokasi pertama (stasiun bangil) ya mungkin sekitar 500m seperti petunjuh si mbah. Begitu sampai dilokasi terlihat antrian yang cukup ramai terlihat didepan warung. Muncul pertanyaan dalam hati entah mungkin karena rasanya yang enak sehingga membuat warung ini kelihatan ramai atau karena yang lain sedang tutup libur lebaran. Lapar tak dapat ditahan tanpa menunggu saya langsung memesan seporsi nasi punel. Dari hasil penerawangan nasi punel ini terdiri dari nasi putih yang disiram bumbu bali, kemudian ada daging empal, otot sapi, tahu bali, tempe mendol, sambel trancam kacang panjang, serundeng, dan parutan kelapa yang yang sudah dibumbui dan dibotok. Satu suapan pertama… suapan kedua… Ahhh gila ini enak pake banget!

Bumbu balinya sih biasa aja menurut saya tapi begitu udah dicampur sama sambal trancam rasanya jadi terasa lebih enak. Begitu dicampur dengan serundeng dan kelapa parut yang sudah diberi bumbu dan dibotok rasanya jadi jauh lebih enak lagi. Ototnya empuk dan enak, empalnya gurih dan bumbunya merasuk sampai bagian dalam. Dan tempe mendolnya istimewa, sebagai orang yang tidak suka tempe tapi tetep harus dicoba dan jujur walaupun tidak suka tempe tapi tempe mendol disini juara salah satu tempe paling enak yang pernah saya makan.

Walaupun harus melenceng beberapa kilometer dari destinasi tapi ini worthed banget dan saya senang bisa belok ke bangil. Menurut orang-orang bukan yang paling enak tapi buat saya ini udah enak banget jadi penasaran dengan nasi punel paling enak di bangil. Dan ternyata selain empal ada pilihan menu lauk lainnya seperti ayam, paruh, dan lain-lain. Seporsi nasi punel lauk daging empal cukup seharga IDR 20k.

So buat sobat sukul yang sedang liburan keluar kota dan melewati kota pasuruan jangan lewatkan kesempatan buat nyobain nasi punel khas bangil ini ya… Selamat berlibur!

Nasi Punel Hj. Lin
Jln. Jaksa Agung Suprapto
Bangil, Pasuruan.

Paket BukBer Ramadhan Ramah Kantong – Hotel Amaris Bintoro

Mendekati hari Raya Idul Fitri ajakan dan undangan untuk buka bersama semakin banyak dan mengantri. Yah memang beginilah kalo jadi sinyo-sinyo famous. Kali ini undangan buka bersama bersama sahabat tercinta diadakan di Hotel Amaris Bintoro. Bagi kamu yang belum tahu Hotel Amaris Bintoro ini baru dibuka dan diresmikan pada tanggal 18 Mei 2017 lalu. Belum genap sebulan, jadi wajar jika saya dan juga beberapa orang sahabat sempat bingung karena baru tahu jika di jalan Bintoro Surabaya ada Hotel Amaris, awalnya kami mengira lokasi buka bersama ini ada di Hotel Amaris Kedungdoro.

Hotel Amaris Bintoro ini menawarkan paket Ramadhan atau paket berbuka puasa yang ramah untuk kantong dan tentu saja sangat terjangkau untuk kantong orang-orang seperti saya jadi jika ada diantara sobat sukul yang hendak menjadi sponsor atau endorse saya untuk makan-makan sangat welcome dan menerima dengan senang hati sekali hehehehe… Back to topic, paket berbuka puasa di Hotel Amaris Bintoro ini berupa buffet all you can eat dengan biaya per orang IDR 65k namun bagi sobat sukul yang memiliki atau memegang KTP Surabaya ada tambahan diskon sebesar 20% jadi sobat sukul hanya cukup membayar IDR 53k per orang. Cukup murah bukan?

Untuk menu makanan jangan khawatir tersedia beberapa macam masakan yang tiap hari menyajikan menu yang berbeda-beda. Kebetulan hari ini menu untuk lauk ada Ayam Masak Gulai, Telur Kare, Tumis Tauge, Bihun Goreng, Nasi Goreng, dan tak ketinggalan Nasi Putih. Di spot yang berbeda ada menu takjil untuk berbuka puasa yaitu beberapa macam gorengan seperti Pastel, Pisang Goreng, Tape Goreng, Tahu Goreng, dan juga ada takjil lain berupa Dadar Gulung, Kurma, serta Puding. Di counter beverages atau minuan menyediakan Es Teh Manis, Jus Jeruk, Es Cao, Es Buah juga ditemani buah-buahan dan tak ketinggalan salad buah.

Yang menarik di Hotel Amaris Bintoro ini ada mini live kitchen yang pada hari ini menyediakan menu Kue Cubit dan Soto Ayam yang konon katanya tidak kalah bila dibandingkan Soto Ayam Pak Sadi karena chef yang bertanggung jawab masih kerabat dari Pak Sadi dan Quality Control serta resep dari dapur Hotel Amaris Bintoro ini dinaungi langsung atau berada dibawah manajemen Soto Ayam Pak Sadi. Well to be honest, jika sobat berharap Soto Ayamnya adalah seperti soto ayam lamongan secara umum maka sobat sukul salah besar karena soto ayam disini adalah masakan Soto Ayam rumahan dengan bumbu dan kuah kaldu yang lebih light jadi terasa lebih segar dan refreshing. Menurut saya pribadi sangat pas dan cocok sebagai makanan pembuka.

Dan lagi-lagi karena masih dalam rangka diet karbohidrat, eits jangan salah bukan anti karbohidrat tapi mengurangi. Maka pilihan menu yang saya ambil tidak jauh-jauh dari lauk dan sayur saja. Tumis Tauge, Ayam Masak Gulai dan Telur Kare. Harus saya akui Tumis Taugenya dimasak dengan tingkat kematangan yang pas sehingga tauge masih sedikit crunchy atau bahasa gampangnya masih terasa kres-kres ketika dimakan. Ayam masak gulai disini saya agak bingung karena gulai pada umumnya berwarna kuning kecoklatan sedangkan Ayam Masak Gulai di Hotel Amaris Bintoro ini berwarna merah. Menurut lidah saya sih rasanya hampir seperti bumbu bali atau bumbu rujak. But well apapun itu namanya saya habis lebih dari 10 potong ya anggap saja sebagai pengganti nasi malam ini ^_^

Jadi buat sobat sukul yang berencana untuk mengadakan acara buka bersama Hotel Amaris Bintoro ini bisa jadi salah satu alternatif. Selain harga yang sangat ramah untuk kantong, Hotel Amaris Bintoro ini juga memberikan bonus lainnya jika sobat sukul datang dengan anggota minimal 10 orang makan orang ke-11 free. Selain itu juga apabila lebih dari 30 orang akan memperoleh fasilitas free meeting room serta private buffet hanya untuk sobat sukul dan kerabat. Untuk catatan sebaiknya dilakukan pemesanan beberapa hari sebelumnya. So Happy Break Fastinghope our fasting today gets kindness….

Hotel Amaris Bintoro
Jalan Taman Bintoro no. 3-5
Surabaya
031 – 9953 4777

Nasi Babat Usus Paru – Pandegiling (Kampung Malang Tengah)

Kembali ke baaa… bat! Sudah lama tidak posting sesuatu yang berbau kolesterol dan babat. Jangan khawatir walaupun sedang mengurangi konsumsi karbohidrat tapi untuk urusan kolesterol dan babat tetep lanjut donk ^_^. Well kali ini tidak jauh dari tempat kediaman di daerah jalan Pandegiling atau tepatnya di jalan Kampung Malang Tengah I no. 4.

Begitu mendengar informasi ada warung nasi babat baru tanpa panjang kali lebar kali tinggi yang nantinya jadi nambah runyam urusannya langsung aja menuju lokasi yang dimaksud. Lokasinya cukup dan sangat mudah untuk dicari namun disarankan untuk sobat sukul agar menggunakan sepeda motor untuk kelokasi karena jalannya yang sempit hanya dua lajur dan itupun sudah sangat mepet selain itu juga Kampung Malang merupakan daerah pemukiman padat sehingga jalan sedikit ramai dan tidak jarang ditemui sedikit kemacetan.

Sesuatu yang sedikit berbeda dengan nasi babat lainnya yaitu disini menyediakan lidah sapi. Kunjungan pertama langsung pesan nasi babat lidah. Urusan rasa nasi babat pandegiling ini tidak kalah dengan nasi babat lainnya yang sudah lebih dahulu malang melintang di dunia perbabatan Surabaya. Gurih itu sudah pasti, bumbunya juga meresap sampai ke bagian terdalam. Sedangkan untuk sambal sendiri juga pedas.

Namun ada sedikit kekurangan dari nasi babat pandegiling ini yakni babat dan lidahnya masih sedikit alot. Selain itu juga lebih berminyak pada sambalnya dan sepertinya sambalnya ini sempat ditumis sebentar  sehingga masih ada minyak dan sedikit rasa gurih pada sambalnya. Secara keseluruhan nasi babat pandegiling ini cukup enak, selain dekat dengan wilayah kekuasaan harganya juga standar dengan harga nasi babat pada umumnya antara IDR 10-15k tergantung lauk. Pada kunjungan kedua juga sempat minta lauk babat, usus, dan lidah kena charge IDR 20k.

Selain nasi babat ada juga menu dan lauk lainnya seperti iga goreng, kikil goreng, ayam goreng, dan aneka ian lainnya. Tapi buat saya tetap pilihan jatuh pada nasi babat hehehe… Ini babatku, mana babatmu?

Nasi Babat Pandegiling
Jalan Kampung Malang Tengah I no. 4
Buka pukul : 09.00 – 24.00

Begitu mendengar kata buffet dan all you can eat kuping saya terasa panas, all you can eat adalah bagi saya sebuah tantangan tersediri. Sebagai salah satu pelahap maut surabayakuliner.co.id kapasitas container saya lebih besar dari ukuran orang kebanyakan jadi jangan heran apabila saya sering makan sambil berdiri dan dengan cekatan berputar-putar diarea buffet. Untungnya kali ini saya sedikit mawas diri karena teringat keinginan untuk comeback di dunia lari sehingga mengharuskan saya untuk sedikit mengurangi karbohidrat seperti nasi, mie, kentang dan kawan-kawannya.

Dalam kesempatan kali ini saya menghadiri acara buka bersama para sahabat yang diadakan di the Sun Hotel Sidoarjo. Jujur pada awalnya saya agak skeptis jangankan makan menggila, makan kenyang pun belum tentu bisa terwujud maklum saya datang sangat terlambat. Namun begitu sampai di lokasi anggapan tersebut sirna dengan sendirinya. Harus saya akui manajemen buffet the Sun Hotel Sidoarjo ini sangat baik sehingga makanan atau masakan yang tersaji di meja buffet nyaris tidak pernah kosong dan membuat customer menunggu. Jika dibandingkan dengan pengalaman saya buka bersama di beberapa hotel dengan bintang yang sama atau bahkan diatas the Sun Hotel Sidoarjo sungguh jauh berbeda.

Untuk menu berbuka puasa the Sun Hotel Sidoarjo menawarnya berbagai macam masakan yang berbeda setiap harinya. Dan kebetulan pada saat saya berbuka puasa disana menu yang disajikan pada meja buffet utama ada Cumi Lombok Ijo, Ayam Saus Asam Manis, Tumis sayur yang berisi wortel dan baby corn, dan terakhir ada telur opor. Untuk karbohidrat ada nasi putih dan juga bihun goreng. Selain itu ada soup kacang merah. Pada meja buffet utama favorit saya tentu saja Ayam Saus Asam Manis dan Cumi Lombok Hijau. Setelah seharian penuh tenggorokan terasa kering maka rasa kecut atau asam dan sedikit manis merupakan pilihan yang pas untuk menggugah selera makan. Kemudian dilanjutkan dengan Cumi Lombok Ijo yang lebih tasty dan gurih ini benar-benar teman yang cocok untuk nasi tapi sayang saya sedang mengurangi makan nasi dan karbohidrat hehehehe…

Dan terakhir ditutup dengan Soup Kacang Merah, melihat namanya bayangan saya adalah soup kacang merah yang berwarna merah tomat dengan isian kacang merah yang empuk dan kuahnya yang kental tapi kali ini saya salah. Ternyata soup kacang merah disini hanyalah soup biasa dengan kuah bening dan rasanya sedikit light dengan isian wortel, kacang merah dan daging yang dipotong daging. Sebenarnya soupnya ini cocok karena rasanya yang ringan setelah merasakan Cumi Lombok Ijo yang gurih dan asin sehingga saat menikmati soup ini mulut menjadi lebih segar kembali dan siap untuk makan lagi.

Tak jauh dari meja utama ada meja kecil yang menyajikan menu penyetan dan juga sayur urap-urap. Untuk lauk menu penyetan ada ikan goreng, ayam goreng, dan telur dadar. Menu penyetan ini sendiri saya tidak makan banyak hanya sekedar mencicipi saja karena jujur sambalnya kurang menarik bagi saya disini sambalnya sudah dimasak terlebih dahulu seperti sambal penyetan kebanyakan. Padahal jika boleh memilih saya lebih sambal yang masih mentah seperti sambal terasi, sambal tomat, sambal pencit, sambal bawang, dll untuk berbuka puasa karena sambal yang masih mentah terasa lebih segar tentunya. Padahal awalnya saya sedikit tertarik karena menu penyetan ini disajikan dengan menggunakan nasi jagung!

Disamping menu yang saya sebutkan diatas the Sun Hotel Sidoarjo juga menyediakan menu lain seperti bubur ayam, soto ayam, bubur sum-sum, salad, kolak, es dawet, puding, dan aneka pastry yang tentu membuat pengunjung tidak sabar untuk mencicipinya. Paket Sunset Ramadhan di the Sun Hotel Sidoarjo hanya IDR 85.000 per orang dan pengunjung dimanjakan dengan suasana berbuka puasa yang nyaman dan seperti dirumah sendiri. Benar-benar pilihan menarik untuk acara buka bersana bagi sobat sukul yang berdomisili di Sidoarjo dan sekitarnya. Jika sobat sukul ada yang mau mengundang maka saya dengan senang hati akan hadir ^_^

The Sun Hotel 
Jl. Pahlawan No.1 Sidoarjo
http://www.thesunhotels.com
031-8071123

Afi Nihaya, Mita Handayani, Facebook dan Postingan 100 tahun lalu!

facebook

Berawal dari rasa penasaran seiring dengan mengemukanya persoalan “plagiat” yang menyeret salah satu author muda yang lagi naik daun karena tulisannya yang ‘katanya’ bisa menginspirasi dan hebat untuk anak muda seusianya yaitu Afi Nihaya Faradisa. Well saya tidak mau membahas Afi Nihaya Faradisa, Mita Handayani, ataupun tulisannya karena bagi saya none of my bussines dan sudah banyak yang membahas permasalahan itu baik perorangan pribadi maupun media.

Yang mau saya angkat disini adalah Facebook, iya Facebook yang itu. Tulisan Afi di publish pada tanggal 25 Mei yang lalu atau kurang lebih 10 hari lalu. Dan tiba-tiba ada klaim dari beberapa orang bahwa tulisan yang diupload atau bahasa kerennya diunggah oleh Afi merupakan hasil karya tulisan yang di publish kurang lebih setahun lebih awal, atau tanggal 30 Juni 2016 tepatnya. Dan kemudian yang menjadi perdebatan adalah karena tanggal posting di Facebook ternyata bisa di-edit atau diubah oleh si pemilik akun.

source: Facebook Azzam Mujahid Izzulhaq

Permasalahan tulisan Afi tersebut menjadi pro-kontra dan menjadi buah bibir yang sedang hangat dibicarakan oleh publik khususna netizen kita. Pihak yang kontra menjadikan tanggal publish atau tanggal dipostingnya tulisan tersebut sebagai dasar argumen yang menyatakan bahwa Afi melakukan plagiat terhadap karya tulis milik Mita. Sedangkan pada pihak yang pro atau membela Afi menyatakan bahwa tanggal dipostingnya tulisan Mita merupakan hasil editan. Dan inilah yang membuat saya menjadi penasaran. Jujur saja sedikit kaget memang, ternyata dugaan dari pihak yang pro atau mendukung Afi ternyata ada benarnya. Tidak tau mulai kapan hal ini bisa dilakukan namun pada kenyataannya postingan kita di Facebook bisa kita ubah sesuai kehendak kita. Terasa sedikit janggal memang tapi memang begitu adanya. Dan kebetulan saya mengubah postingan saya ke tanggal 2 Juni 1917 atau seratus tahun lalu!!

Saya tidak tau mengetahui tujuan Facebook apa dengan dibuatnya fitur ‘change date‘ ini. Semoga pihak Facebook tidak ikut-ikutan menggoreng berita yang memang akhir-akhir ini timbul sedikit perbedaan pendapat dikalangan masyarakat kita. Karena seperti yang kita ketahui beberapa postingan sponsor yang banyak kita jumpai atau bahasa kerennya bersliweran di timeline kita tidak sedikit yang bernada provokatif maupun berita kadaluarsa yang dengan sengaja diangkat lagi untuk menarik perhatian pembaca. Dan terbukti cara ini sangat ampuh menarik viewer sekaligus menggiring dan mengoreng opini di masyarakat.

facebook2

facebook3

Namun ada sedikit ciri yang membedakan apakah tanggal posting tersebut diubat atau tidak yaitu nampak ada simbol jam disamping tanggal post. Saya tidak tau apakah ini berlaku untuk semua pengguna Facebook atau hanya saya saja. Dan terakhir tanggal atau komen yang berada pada kolom komen tidak bisa diubah sehingga bisa dijadikan dasar perkiraan kapan tulisan tersebut diposting atau dipublikasi. Tapi lagi-lagi untuk hal itu saya tidak mau berspekulasi, silahkan sobat sekalian ambil kesimpulan sendiri, termasuk juga mengenai masalah Afi dan Mita. Harapan saya semoga masalah ini tidak berlarut-larut dan segera terselesaikan dengan baik.

facebook4