Ayam Bakar Taliwang Bu Midrah Khas Lombok – Tenggilis Mejoyo

Jelajah nusantara, barang kali begitu tema postingan saya akhir-akhir ini. Dan kebetulan minggu lalu dengan teman-teman admin surabayakuliner.co.id janjian untuk makan di Ayam Taliwang Bu Midrah Khas Lombok yang berlokasi di jalan Tenggilis Mejoyo 32 AJ 3. Lokasinya ini tidak jauh dari kampus Ubaya Tenggilis selisih 3 rumah dari Al****di satu lokasi dengan Soto Ayam Lamongan dan Nasi Rawon Ny. Yong ya hampir mirip seperti pujasera tapi lebih kecil.

Jujur ini pertama kali makan ayam taliwang jadi jika ditanya mirip dengan yang di lombok sana saya angkat tangan. Tapi soal rasa mungkin bisa dibilang ini “selera gw banget” pokoknya. Bayangkan dalam 3 hari berturut-turut saya makan ayam taliwang dan kejadian langka karena jarang-jarang saya bisa makan menu yang sama di tempat yang sama pula.

Karena lokasi memasak dilakukan diluar jadi bisa kami intip bagaimana cara memproses alias cara memasaknya. Dan yang sedikit unik disini adalah sebelum dibakar ayam terlebih dahulu digoreng setengah matang dan kemudian dibakar sambil diolesin bumbu atau sambal taliwang hingga matang. Mencium aroma asap dari bakarannya harum dan menggugah selera bahasa kerennya bikin mouth watering hehehehe.

Diiming-iming cerita udah biasa, dikasih pamer foto makanan udah kebal, tapi klo digoda saya bau-bau aroma makanan sungguh tak sanggup menahan godaan. Untung tak seberapa lama pesanan kami datang dan tak pakai lama langsung lheebbb…

Ayam Bakar Taliwang (credit : Cak Tatax)

Pertama saya coba ayam taliwang, untuk ayam taliwang kami pesan 2 yakni biasa dan madu. Untuk ayam bakar taliwang yang biasa rasanya lebih gurih dan cenderung, sedangkan untuk ayam bakar taliwang madu tentu lebih manis dan rasa gurih tetap ada. Akhirnya kami sepakat bahwa ayam bakar taliwang madu lebih enak tapi bukan berarti ayam bakar taliwang yang bisa tidak enak lho…

Selanjutnya ada Ikan Bakar Taliwang sebenarnya untuk bumbu hampir sama dengan ayam bakar taliwang, tapi untuk ikan tentu lebih pas adalah yang pedas. Menggunakan ikan gurame rasa ikan bakar taliwang ini heel lekker… Saking enaknya ikan bakar taliwang ini bahaya sekali karena bisa bikin nyemego alias ngabis-ngabisin nasi.

Ikan bakar taliwang (credit : Cak Tatax)

Terakhir ada ayam goreng sasak, secara penampakan hanya seperti ayam goreng biasa kemudian diberi sambal dan bawang segar diatasnya. Namun siapa mengira justru dari penampilannya yang sederhana itu muncul sebagai juara kali ini. Ya ayam goreng sasak dari Ayam Bakar Taliwang Bu Midrah ini memang layak diacungi jempol, bukan cuma dua tapi sepuluh jempol. Gurih, pedas, segar dan nagih itulah empat kata yang pantas untuk mengungkapkan rasa dari ayam goreng sasak ini. Dan karena ayam goreng sasak ini pula yang memaksa saya makan ditempat yang sama dan menu yang sama selama 3 hari berturut-turut karena bikin ketagihan.

Ayam Beberuk/Ayam Goreng Sasak (credit : Cak Tatax)

Untuk garnish a.k.a sambal dan lalapan ada sambal taliwang dan sambal beberuk. Sambal taliwang ini sekilas hampir mirip seperti bumbu ayam dan ikan bakar taliwang jadi seperti ekstra bumbu atau sambal saja. Yang unik dan khas lombok adalah sambal beberuk. Sambal beberuk ini terbuat dari terong hijau yang diiris kecil dan tipis kemudian dicampur kedalam sambal yang terbuat dari cabe, bawang merah dan bawang putih yang diberi sedikit air jeruk. Dan saran saya jika makan ayam bakar taliwang di Ayam Bakar Taliwang Bu Midrah ada baiknya jika kedua sambal ini dicampur terlebih dahulu rasanya jadi lebih mantappp.

Secara keseluruhan Heel lekker… Dan hati-hati ayam goreng sasak disini bikin ketagihan, waspadalah waspadalah!

Ikan Bakar Taliwang 1 ekor IDR 35.000
Ayam Bakar Taliwang 1 ekor IDR 46.000
Ayam Bakar Taliwang + Madu 1 ekor IDR 50.000
Ayam Goreng Sasak 1 ekor IDR 45.000

Ayam Bakar Taliwang Bu Midrah
Jalan Tenggilis Mejoyo 32 AJ 3, atau
Jalan Rungkut madya 187 (seberang Purimas)
Buka mulai pukul 10.30 – 21.30

 

Advertisements

Nasi Kuning Khas Ambon Avon – Jalan Lusi

Seperti yang pernah saya katakan di postingan sebelumnya bahwa Surabaya ini merupakan kota dengan masyarakat yang memiliki beraneka ragam latar belakang budaya. Jika postingan sebelumnya itu saya tersepona dengan kuliner khas Banjar atau Kalimantan Selatan untuk kali ini saya menyeberang agak jauh menuju Indonesia bagian Timur, Ambon!

Nasi kuning, sekilas terdengar biasa saja tapi begitu diberi tambahan kata Nasi Kuning Khas Ambon akhirnya jadi luar biasa. Ya kali ini menu andalan dari Warung Avon yaitu Nasi Kuning Khas Ambon. Warung Avon ini letaknya di jalan Lusi dekat dengan KFC Raya Darmo. Untuk lebih jelasnya bisa melihat SS map atau bisa dengan bantuan google map untuk mencari.

Warungnya berada  diujung jalan Lusi, diujung karena jalan Lusi ini tidak tembus jadi bukan jalan yang bisa dilalui kendaraan untuk lalu-lalang. Tapi jangan dikira karena lokasi tidak dilalui kendaran kemudian warungnya jadi sepi, hoo salah besar justru Warung Nasi Kuning Khas Ambon Avon ini pembelinya rata-rata naik mobil dan sampai mengantri sambil teriak beta, beta!

Kembali ke urusan ngunyah mengunyah, apa sih beda nasi kuning biasanya (Jawa) dengan nasi kuning ambon. Well jika nasi kuning jawa lebih pulen jadi sedikit lengket sedangkan nasi kuning ambon ini lebih pera. Selain dari cara masak mungkin bisa juga dari komposisi santan dan bumbu-bumbu yang membuatnya jadi seperti itu.

 

Seharusnya saya pesan yang paling top disini yaitu Nasi Kuning Lauk Cakalang Pedas atau Tongkol, tapi berhubung sedang malas makan ikan jadi pilihan saya jatuh pada ayam. Rasa bumbu pedasnya selain pedas juga agak manis mirip antara bumbu bali dengan bumbu rujak (bukan rujak uleg ya). Nasi kuningnya gurih lauknya pedas manis cocok sekali buat sarapan.

Selain itu ada garing ketela, bihun, dan serundeng sebagai pelengkap. Tidak lupa juga ada perkedel kentang yang rasanya ngentang dan gurih banget sob. Jadi buat sobat-sobat sukul berdomisili atau berkantor di daerah Surabaya pusat kini ada pilihan tambahan untuk menu sarapan Nasi Kuning Khas Ambon yang dijamin heel lekker

Nasi Kuning Telur – IDR 14k
Nasi Kuning Ayam – IDR 15k
Perkedel Kentang – @IDR 2k

Nasi Kuning Khas Ambon Avon
Jln. Lusi (masuk jalan Lusi paling ujung)
Buka mulai pagi – siang

Soto Banjar Bunda Rafi – Rungkut Asri Utara

Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya memiliki daya tarik bagi orang-orang dari seluruh penjuru nusantara untuk menempuh pendidikan, maupun mencoba peruntungan yang lebih baik dikota. Keberadaan pendatang dari berbagai pelosok nusantara ini juga ikut mempengaruhi ragam kuliner di Surabaya. Salah satunya adalah Soto Banjar, soto khas yang berasal dari Banjar, Kalimantan Selatan.

Soto Banjar berbahan utama ayam dan beraroma harum rempah-rempah seperti kayu manis, pala, dan cengkeh. Soto Banjar pada umumnya berisi ayam suwir, perkedel kentang atau kentang rebus, irisan telur rebus, dan lontong/kupat. Soto Banjar sekilas mirip dengan soto ayam namun yang membedakannya adalah Soto Banjar tidak menggunakan kunyit atau kunir.

Di Surabaya ada cukup banyak rumah makan atau depot yang menyajikan menu Soto Banjar dan pilihan kali ini jatuh pada Soto Banjar Bunda Rafi yang berlokasi di Rungkut Asri Utara RL XII/19. Untuk lebih memudahkan lokasinya berada diseberang Depot Serri yang menyajikan masakan chinese food.

Secara penampilan dan isian, Soto Banjar Bunda Rafi ini hampir seperti yang saya jelaskan sebelumnya namun disini saya ditawari menggunakan lontong atau nasi. Karena tadi pagi belum sempat sarapan maka seperti kebanyakan orang Indonesia, belum makan kalo belum ketemu nasi hehehehe…

Untuk rasa sendiri sepertinya sudah menyesuaikan dengan lidah dan selera orang-orang Surabaya. Dimana rata-rata orang Surabaya atau Jawa Timur lebih suka dengan rasa yang lebih kuat dan tajam atau istilah kerennya strong. Padahal jika merunut asal muasalnya Soto Banjar ini rasanya lebih light atau ringan bila dibandingkan soto ayam dan warnanya pun lebih pucat.

Karena saya lahir dan besar di Surabaya maka secara otomatis selera saya mengikuti selera orang asli Surabaya yaitu yang strong. dan bisa dibilang saya cocok dengan rasa Soto Banjar yang ada di Soto Banjar Bunda Rafi ini. Tidak percaya? Silahkan dibuktikan sendiri karena saya dan beberapa orang sahabat juga cocok dengan Soto Banjar disini.

Tapi ada sedikit kekurangan, Soto Banjar Bunda Rafi hanya menyediakan Soto Banjar, padahal menyantap Soto Banjar lebih afdol bila ditemani oleh Sate Banjar. Untuk yang ini setuju dengan saya kan sobat sukul?

Soto Banjar IDR 17k/porsi
Telur IDR 3k/butir
Perkedel IDR 1k/biji

Soto Banjar Bunda Rafi
Jln. Rungkut Asri Utara RL XII/19
Surabaya

 

Minumlah kopi sebelum berolahraga!

Beberapa saat lalu saya sempat berbincang-bincang dengan beberapa orang senior trail runners. Dan memperoleh beberapa informasi bahwa kopi bisa menjadi doping saat berlari. Antara percaya dan tidak percaya ketika saya kembali aktif berlari mencoba anjuran tersebut.

Dan sama halnya saya dan mungkin bagi sebagian orang minum kopi dipercaya dapat mengurangi rasa kantuk. Tapi ternyata kopi juga memiliki manfaat lain? Setelah bertanya dari beberapa sumber dan mencari artikel tentang minum kopi berikut beberapa manfaat dari minum kopi sebelum berolahraga.

  • Stimulan Alami
    Kafein yang terkandung didalam kopi merupakan stimulan alami terbaik. Kafein dapat membantu memperlancar peredaran darah dalam tubuh. Sirkulasi atau peredaran darah yang baik dapat menghasilkan latihan yang baik karena otot manusia membutuhkan oksigen lebih banyak pada saat berolahraga dan oksigen disalurkan ke otot melalui peredaran darah.
  • Meningkatkan Endurance
    Kafein dapat membantu dan merangsang tubuh untuk menggunakan lemak tubuh sebagai sumber tenaga (metabolisme lemak) sehingga tubuh tidak menggunakan karbohidrat sebagai sumber tenaga utama.
  • Natural Pain Killers
    Selain itu juga kafein membantu mengaktifkan sistem syaraf pusat merangsang otak untuk menghasilkan lebih banyak zat endorphin sehingga membantu untuk mengurangi rasa nyeri dan lelah serta membuat kita lebih fokus.

    DSCN4934
    Cold Brew Coffee by Labore Coffee Eatery – Malang

 

Tips minum kopi sebelum berolah raga:
1. Jika memilik problem dengan lambung sebaikna pilih kopi low acid atau kopi yang tingkat keasamannya rendah lebih ramah bagi lambung terutama jika berolahraga dipagi hari.
2. Minum kopi minimal 1 jam sebelum berolahraga atau beraktivitas.
3. Jangan menambahkan gula atau susu. Gula dapat menyebabkan gula darah tidak stabil.  Sedangkan susu memerlukan proses pencernaan lebih lama didalam tubuh sehingga dapat mengganggu pencernaan anda saat berolahraga.
4. Tetap minum air putih, kopi mengandung diuretik atau memicu tubuh mengeluarkan cairan baik itu lewat kencing ataupun keringat. Jadi usahakan ketika berolahraga tetap mengkonsumsi/minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
5. Ketahui dosisnya, berdasarkan artikel yang saya baca dosis yang baik untuk tubuh per hari 100 – 300 mg per hari (1 gelas kurang lebih mengandung 100 mg kafein). Untuk beberapa kasus dalam hal ini trail runners sebelum race/event mereka bisa minum beberapa gelas.

Ternyata minum kopi memberikan efek yang baik bagi tubuh, tapi jangan berlebihan dalam mengkonsumsinya. Apapun itu jika berlebihan juga tidak baik untuk tubuh dan perlu diingat juga bahwa tubuh setiap orang tidak sama jadi ada baiknya untuk mengenali tubuh sendiri terlebih dahulu atau cukup minum secangkir kopi sebelum berolahraga.

the Chicken Wings That Can Make You Fly! – Kawi Lounge Sheraton Surabaya

Chicken Wings 40 pcs

Setelah bulan lalu mencoba We Dare You To Eat Boom Burger, jujur saya ketagihan dengan tantangan dari Sheraton Surabaya untuk mencoba tantangan terbaru We Dare You To Eat di bulan Agustus. Kali ini We Dare You To Eat kembali menantang para pecinta kuliner untuk mencoba kembali dengan menu berbeda. Jika di bulan Juli lalu tantangannya adalah menghabiskan Boom Burger yang berukuran cukup wow namun bulan Agustus menghadirkan 40 pcs Chicken Wings. Iya 40 pcs!

Disajikan dalam bucket berukuran cukup besar chicken wings ini sekilas terlihat remeh dan mudah untuk dihabiskan. Well orang boleh saja beranggapan demikian namun kenyataannya sunggu berbeda. Setelah mencoba sendiri tantangan chicken wings tersebut bisa saya pastikan bahwa ini jauh lebih sulit dari tantangan Boom Burger. Jika boleh memilih dalam waktu 15 menit mana yang mau saya habiskan tentu saya memilih Boom Burger karena lebih mudah untuk memakannya.

Melihat tingkat kesulitannya chicken wings ini berada di level yang berbeda dengan Boom Burger, pertama karena Burger tidak memiliki tulang dan kemudian burger memiliki rasa dan tekstur yang berbeda disetiap bagian. Sedangkan chicken wings ini semua bagian memiliki tektur dan rasa yang hampir sama disetiap gigitan. Walaupun demikian saya berhasil menghabiskan satu bucket chicken wings ini dalam waktu kurang lebih 21 menit. Saya kembali gagal menuntaskan tantangan We Dare You To Eat namun tidak akan mematahkan semangat saya untuk mencoba tantangan-tantangan We Dare You To Eat berikutnya.

Untuk rasa sendiri chicken wings yang disajikan oleh Kawi Lounge Sheraton Surabaya ini berbeda dengan chicken wings lain. Jika rata-rata atau kebanyakan chicken wings di coating dengan beraneka macam saus, maka disini di Kawi Lounge chicken wings di coating dengan powder/bubuk spesial racikan dari Chef Steve Tanudarma. chicken wings yang sudah dilapisi dengan tepung di goreng dengan cara deep fry sampai berwarna coklat keemasan kemudian ditaburi dengan bubuk spesial secara merata ini yang membuat chicken wings terasa nikmat di setiap gigitannya karena bubuk spesial tersebut menempel dengan baik disetiap bagian.

Beralih ke hidangan penutup bulan ini Cronat dari La Patisserie Sheraton Surabaya. Cronut ini merupakan perpaduan dari Croissant dan Donut. Berbentuk seperti donut namun memiliki testur yang crunchy dan berlayer seperti croissant kemudian diberi toping aneka rasa seperti donut. Menarik bukan? Hehehe… Namun ada satu kelemahan didalam Cronut ini. Gurih butter dapet, crunchy juga dapet, manis dari toping juga dapet. Lalu apa yang kurang? Minyak, ya di tekstur cronut yang berlayer ini sedikit tertinggal minyak diantara layer.

Chocolate & Icing Sugar Cronut

Jika croissant pada umumnya dibake atau dimasak menggunakan oven tapi kali ini perpaduan croissant dan donut dimasak menggunakan teknik menggoreng sama seperti donat. Alhasil ketika tektur cronut mulai terbentuk minyak masuk diantara layer. Tapi bisa juga pada cronut saya kurang lama dalam mentiriskan. Semoga saja tidak ditemui pada cronut lain  cukup saya saja.

Tidak ketinggalan sajian mocktail yang segar dan menyehatkan ala Kawi Lounge tetap hadir menemani dan memanjakan customer yang ingin meredakan dahaga akibat panas terik matahari yang kian menyengat memasuki musim kemarau tahun ini. Sirsak Kiss. Kombinasi yang cukup menarik dari sirsak, nanak, lemon dan cengkeh. Benar-benar tiada duanya, saya sampai habis 2 gelas mocktail Sirsak Kiss ini. Perpaduan manis dari sirsak dan nanas ditambah dengan rasa kecut dari lemon kemudian ditutup dengan rasa dan aroma rempah yang kuat dari cengkeh. Satu kata untuk mewakili Sirsak Kiss ini… Sempurna!

Sirsak Kiss

We Dare You To Eat Chicken Wings dan Sirsak Kiss dari Kawi Lounge Sheraton Surabaya ini hanya ada selama bulan Agustus lho. Jadi Sobat sukul yang penasaran dengan tantangan We Dare You To Eat bulan Agustus ini atau penasaran dengan sensari kesegaran dan kenikmatan yang ditawarkan oleh Sirsak Kiss bisa langsung datang ke Kawi Lounge Sheraton Surabaya.

Chicken Wings (40 pcs) IDR 280.000 include soft drink 2
Cronut IDR 23.000 per pcs
Sirsak Kiss IDR 40.000

Kawi Lounge at Sheraton Surabaya
Jln. Embong Malang 25-31
Surabaya
031 – 546 8000
http://www.sheratonsurabaya.com/

Ronde Tiga Rasa ala Warunge Mas Pra1 – Pujasera Lambe Toerah Kendangsari

Saat pulang kerja hari sudah mulai gelap udara dingin serasa menusuk daging. Ketika perjalanan baru sampai di jalan Jemur Andayani teringat referensi seorang sahabat ada wedang ronde yang cukup unik rasanya. Berhubung udara sudah semakin dingin tanpa ba bi bu be bo langsung meluncur menuju lokasi seperti petuah sahabat saya itu. Lokasinya tepat berasa di seberang Hotel Ibis Style yang menghadap jalan Kendangsari namanya Warunge Mas Pra1 berada di dalam Pujasera Lambe Toerah!

Ronde Tiga Rasa

Sebenarnya ronde yang ditawarkan atau tertera pada menu tiap-tiap rasa berada di menu terpisah, tapi berhubung yang jual baik dan juga hasil rayuan maut karena ngga mungkin kan saya makan wedang ronde 3 (tiga) porsi sekaligus kalau soto mungkin akan beda lagi ceritanya hehehehe… Jadilah ronde pesanan saya berisikan tiga macam rasa alias ronde campur. Tiga rasa tersebut adalah original (kacang), kurma, dan keju. Gimana unik bukan ronde dengan  rasa (isi) kurma dan keju?

Cara penyajiannya juga sedikit berbeda dengan ronde-ronde di tempat lain. Disini atau di Warunge Mas Pra1 ini kuah ronde disajikan plain alias tanpa rasa manis, yang ada hanya pedas dari jahe dan isiannya punya hanya kolang-kaling dan semacam jelly berbentuk bulat kecil tidak nampak ada serutan kelapa atau degan muda disana. Gula dan kacang yang disangrai disajikan terpisah jadi customer bisa menambahkan gula dan kacang sesuai selera.

Oh iya tidak ada tanda pada ronde mana yang isi original, mana yang isi kurma, dan mana yang isi keju, Jadi makan ronde disini semacam Russian Rollete a.k.a tebak rasa. Rasa pertama yang saya gigit adalah kurma, ini ronde yang manis semanis saya tentunya (dengan tegas dilarang komplaim ya!). Tekstur kurma masih jelas karena ronde ini menggunakan kurma dari buah kurma asli yang dirajang kecil kemudian diisikan pada ronde.

Ronde yang kedua yang saya dapat adalah original, rasa manis dan gurih dari kacang jelas terasa disini. Dan yang terakhir sudah tentu dan pasti adalah ronde keju. Wow ronde keju ini ngeju bangeettt. Keju cheddar dipotong dadu kecil dan diisikan pada ronde. Dengan kuah yang sedikit panas membuat keju didalam ronde ini sedikit meleleh. Untuk rasa tak perlu dipertanyakan lagi rasa kejunya terasa dengan sangat jelas.

Ronde Rasa Kurma
Ronde Rasa Original (Kacang)
Ronde Rasa Keju

Untuk ronde keju saya membayangkan jika keju yang digunakan adalah keju mozarella, jadi ketika ronde digigit ada sensasi melar ala keju mozarella yang masih panas. Dengan isian rasa yang unik serta rasa khas dari masing-masing isian dinikmati dengan kuah atau wedang jahe dengan sedikit gula dan aroma gosong dari kacang sangrai cukup memberi kehangatan malam ini yang dingin.

Sebenarnya di lokasi yang sama ada beberapa stan makanan yang cukup menarik untuk dicoba tapi berhubung hari sudah semakin larut mungkin besok atau next time pasti akan datang dan mencoba menu-menu lainnya. Konsep dan ambience Pujasera Lambe Toerah ini cukup nyaman untuk sekedar makan ataupun duduk-duduk santai.

Ronde Matoh Original IDR 11k
Ronde Matoh Kurma IDR 12k
Ronde Matoh Keju IDR 12k

Warunge Mas Pra1
Jln Raya Kendangsari 72 Surabaya
Pujasera Lambe Toerah
0878 5758 5999

Daftar Menu Warunge Mas Pra1

Chicking Ayam Top Dubai – Royal Plaza

Chicking-2
blue lagoon

Sebenarnya saya ini sangat jarang berbelanja ataupun sekedar jalan-jalan melepas penat di Royal Plaza Surabaya jalan Ahmad Yani tapi entah kenapa pada hari ini tiba-tiba terlintas di pikiran untuk kesana. Dan seperti biasa Royal Plaza pada hari Minggu selalu ramai dan sesak oleh pengunjung, baru beberapa saat memasuki area mall atau plaza saya memperoleh pesan singkat atau bahasa kerennya SMS. SMS promo sering kali masuk apabila kita mendekati area atau daerah pusat perbelanjaan seperti Royal Plaza, kebanyakan isi SMS promo tersebut merupakan produk dari produsen itu-itu saja jika bukan donut ya gerai fast food yang sudah lama ada.

Namun SMS promo kali ini berbeda, saya memperoleh SMS promo dari Chicking, yaitu restoran cepat saji (Quick Service Restaurant) atau biasa kita sebut dengan restoran fast food. Chicking ini merupakan jaringan restoran fast food dari Dubai, Uni Emirat Arab. Saya anggap berbeda karena fast food ini bukan dari Amerika seperti restoran fast food lain yang sudah menjamur di seantero Indonesia. Mendengar kata Dubai dan Arab saya terbayang masakan khas dari timur tengah.

Dengan menunjukkan SMS promo yang saya peroleh, saya mendapatkan 1 pcs Flaming Grilled Chicken (ayam bakar Arab), Chicking Rice (nasi basmati), dan Teh. Sekilas ayamnya mirip dengan bumbu yang digunakan pada daging untuk nasi kebuli namun dengan rempah yang lebih light atau ringan sehingga rasa rempah tidak terasa terlalu kuat seperti jika kita makan nasi kebuli. Sedangkan untuk chickng rice ini menggunakan nasi basmati, nasi basmati ini nasi khas dari daerah timur tengah dan juga india dengan kandungan kalori dan karbohidrat lebih rendah dari nasi umumnya.

Flaming Grilled Chicken + Chicking Rice

Chicking rice sendiri dimasak menyerupai nasi kuning dan menurut lidah saya juga sepakat mengatakan bahwa ini adalah nasi kuning yang menggunakan beras basmati. Ayam bakar dengan rempah yang tidak terlalu tajam dan sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia ditemani dengan nasi kuning ala timur tengah. Walaupun termasuk baru dalam perbendaharaan kuliner saya tapi bisa dikatakan enak dan sesuai dengan citarasa saya meskipun saya pribadi sudah terbiasa dengan masakan timur tengah di daerah ampel yang memiliki aroma dan rasa rempah yang khas dan kuat.

Sedangkan minuman saya memilih Dubai Breeze Blue Lagoon, dari segi warna dan nama jujur ini yang paling menarik. Sebenarnya ada 2 pilihan lain selain Blue Lagoon yang saya pilih, yaitu ada Passion Fruit dan Green Ripple. Saya tidak tahu atau mungkin karena saya bukan penikmat sesuatu yang manis jadi yah bisa dibilang hampir seperti soft drink pada umumnya namun dengan warna dan tambahan irisan jeruk lemon serta daun mint di dalamnya. Tidak ada yang spesial tapi masih oke lah sebagai penghilang dahaga dan yang pasti tidak menyebabkan tenggorokan serik atau gatal.

Nasi basmati memiliki sedikit kandungan karbohidrat atau bisa dibilang low atau rendah sehingga membuat orang yang memakannya tidak merasa kenyang. Oleh karena itu tanpa berpikir panjang saya segera memesan menu tambahan, efek lari pagi mungkin ya jadi bikin lapar hehehe… Pesanan kedua  Big Beef Burger Combo dengan soft drink dan french fries. Ya bisa dibilang burger di Chicking ini bisa bersaing dengan burger-burger dari restoran fast food Amerika punya. Patty-nya juicy, tendertasty dan lebih tebal sedangkan roti bun-nya sendiri juga empuk. Tapi ada satu yang saya sayangkan burger Chicking ini sedikit melupakan citarasa Arab dan Timur Tengahnya lebih mengarah ke western style menurut saya. Seandainya diberi saus dengan sedikit rasa rempah khas arab mungkin akan lebih sempurna untuk menemani patty yang tebal dan juicy tersebut.

Big Beef Burger

Overall Chicking enak menurut saya dan bisa bersaing dengan restoran fast food serupa dari Amerika. Dengan style dan citarasa Arab dan Timur Tengah menjadi keunikan tersendiri bila dibanding dengan brand-brand dari Amerika. Untuk harga dengan kualitas yang sepadan Chicking lebih murah bahkan jika dibandingkan dengan gerai fast food lokal harga Chicking juga kalah murah dengan rasa Internasional. Penasaran dengan fast food ala Arab ini? Cobain aja sendiri…

Flaming Grilled Chicken + Chicking Rice + Tea IDR 37k/nett
Dubai Breeze Blue Lagoon IDR 13k/nett
Big Beef Burger Combo IDR 57k/nett

Chicking Ayam Top Dubai
Ground Floor A1-18
Royal Plaza Surabaya

gerai Chicking di Royal Plaza Surabaya