Ronde Tiga Rasa ala Warunge Mas Pra1 – Pujasera Lambe Toerah Kendangsari

Saat pulang kerja hari sudah mulai gelap udara dingin serasa menusuk daging. Ketika perjalanan baru sampai di jalan Jemur Andayani teringat referensi seorang sahabat ada wedang ronde yang cukup unik rasanya. Berhubung udara sudah semakin dingin tanpa ba bi bu be bo langsung meluncur menuju lokasi seperti petuah sahabat saya itu. Lokasinya tepat berasa di seberang Hotel Ibis Style yang menghadap jalan Kendangsari namanya Warunge Mas Pra1 berada di dalam Pujasera Lambe Toerah!

Ronde Tiga Rasa

Sebenarnya ronde yang ditawarkan atau tertera pada menu tiap-tiap rasa berada di menu terpisah, tapi berhubung yang jual baik dan juga hasil rayuan maut karena ngga mungkin kan saya makan wedang ronde 3 (tiga) porsi sekaligus kalau soto mungkin akan beda lagi ceritanya hehehehe… Jadilah ronde pesanan saya berisikan tiga macam rasa alias ronde campur. Tiga rasa tersebut adalah original (kacang), kurma, dan keju. Gimana unik bukan ronde dengan  rasa (isi) kurma dan keju?

Cara penyajiannya juga sedikit berbeda dengan ronde-ronde di tempat lain. Disini atau di Warunge Mas Pra1 ini kuah ronde disajikan plain alias tanpa rasa manis, yang ada hanya pedas dari jahe dan isiannya punya hanya kolang-kaling dan semacam jelly berbentuk bulat kecil tidak nampak ada serutan kelapa atau degan muda disana. Gula dan kacang yang disangrai disajikan terpisah jadi customer bisa menambahkan gula dan kacang sesuai selera.

Oh iya tidak ada tanda pada ronde mana yang isi original, mana yang isi kurma, dan mana yang isi keju, Jadi makan ronde disini semacam Russian Rollete a.k.a tebak rasa. Rasa pertama yang saya gigit adalah kurma, ini ronde yang manis semanis saya tentunya (dengan tegas dilarang komplaim ya!). Tekstur kurma masih jelas karena ronde ini menggunakan kurma dari buah kurma asli yang dirajang kecil kemudian diisikan pada ronde.

Ronde yang kedua yang saya dapat adalah original, rasa manis dan gurih dari kacang jelas terasa disini. Dan yang terakhir sudah tentu dan pasti adalah ronde keju. Wow ronde keju ini ngeju bangeettt. Keju cheddar dipotong dadu kecil dan diisikan pada ronde. Dengan kuah yang sedikit panas membuat keju didalam ronde ini sedikit meleleh. Untuk rasa tak perlu dipertanyakan lagi rasa kejunya terasa dengan sangat jelas.

Ronde Rasa Kurma
Ronde Rasa Original (Kacang)
Ronde Rasa Keju

Untuk ronde keju saya membayangkan jika keju yang digunakan adalah keju mozarella, jadi ketika ronde digigit ada sensasi melar ala keju mozarella yang masih panas. Dengan isian rasa yang unik serta rasa khas dari masing-masing isian dinikmati dengan kuah atau wedang jahe dengan sedikit gula dan aroma gosong dari kacang sangrai cukup memberi kehangatan malam ini yang dingin.

Sebenarnya di lokasi yang sama ada beberapa stan makanan yang cukup menarik untuk dicoba tapi berhubung hari sudah semakin larut mungkin besok atau next time pasti akan datang dan mencoba menu-menu lainnya. Konsep dan ambience Pujasera Lambe Toerah ini cukup nyaman untuk sekedar makan ataupun duduk-duduk santai.

Ronde Matoh Original IDR 11k
Ronde Matoh Kurma IDR 12k
Ronde Matoh Keju IDR 12k

Warunge Mas Pra1
Jln Raya Kendangsari 72 Surabaya
Pujasera Lambe Toerah
0878 5758 5999

Daftar Menu Warunge Mas Pra1

We Dare You To Eat BOOM BURGER! by Kawi Lounge Sheraton Surabaya

We Dare You To Eat!”

Begitulah tagline yang sempat mumput di beranda salah satu sosial media saya, sebagai pelahap maut tentu saya penasaran donk, seperti apa sih tantangannya? Setelah mencari informasi lebih lanjut saya mendapatkan bahwa tagline “We Dare You To Eat!” merupakan salah satu tagline promosi dari Sheraton Surabaya Hotel & Towers dengan menu Boom Burger. Boom Burger ini merupakan menu spesial dari Kawi Lounge di Sheraton Surabaya untuk bulan Juli, dicatat ya HANYA DI BULAN JULI.

Boom Burger ini adalah Burger dengan ukuran yang wow hasil kreasi dari tim kuliner Sheraton Surabaya yaitu Chef Steve Tanudarma. Tantangan yang diberikan adalah menghabiskan Boom Burger yang memiliki berat 1,2 kg atau berukuran kurang lebih seukuran piring dengan ketebalan sekitar 15 cm dalam waktu 15 menit ditambah lagi bonus 2 gelas soft drink dan harus dihabiskan seorang diri. Jika berhasil menghabiskan Boom Burger tersebut maka sobat sukul tidak perlu membayar alias gratis tis tisss!!

Boom Burger

Awal sebelum burger datang dengan percaya diri bisa dan mampu menghabiskan burger tersebut seorang diri. Namun setelah burger datang mental dan nyali saya sedikit menciut maklum ternyata Boom Burger ini hampir seukuran dengan kepala saya. Walaupun agak keder sedikit tapi tetap semangat and the show must goes on! Bermodal nekat dan tidak sarapan dan makan siang saya mencoba untuk menerima tantangan “We Dare You To Eat!” dari Shangrila Surabaya.

Begitu tantangan dimulai saya tidak peduli dengan rasa, tapi bagaimana menghabiskan Boom Burger itu dalam waktu kurang dari 15 menit. Tanpa strategi dan persiapan saya memotong burger menjadi 4 bagian dan memulai memakannya satu per satu. 3,5 menit berlalu dengan cepat saya berhasil menghabiskan 1/4 bagian pertama. Memasuki 1/4 bagian kedua pace atau speed makan saya mulai menurun drastis. Tampaknya 1/4 bagian pertama mulai terasa nendang di perut ditambah lagi keju dan special sauce kreasi Chef Steve juga nampaknya mulai terasa.

Dengan menurunnya pace makan saya disitu saya mulai bisa merasakan rasa dan nikmatnya cita rasa dari Boom Burger. Mulai dari patty yang super tebal dan super tasty, sayang patty dimasak dengan tingkat kematangan welldone. Meskipun masih terasa juicy tapi tingkat kematangan daging yang paling enak untuk dinikmati adalah medium atau medium rare. Tapi mungkin karena mayoritas orang Indonesia lebih suka daging yang dimasak secara matang atau welldone sehingga rata-rata atau kebanyakan steak dan burger di Indonesia juga disajikan dengan tingkat kematangan welldone.

Untuk sauce sendiri Chef Steve menggunakan sauce spesial, saya tidak bisa merasakan dengan jelas rasa sauce spesial tersebut karena sudah blend dengan juice dari patty dan juga salah yang ditambahkan ke dalam burger tapi yang pasti sekilas ada rasa manis yang agak sedikit unik menurut saya mungkin di dalam sauce tersebut ditambahkan sedikit madu. Untuk filling lainnya selain ada salad kol wortel seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya dan ada juga sayuran serta jalapeno yang sudah diproses jadi acar dan terakhir ada beberapa slice beef bacon atau biasa disebut smoked beef. Dari isian dan sauce burger bisa dibayangkan rasanya itu seperti apa? Gurih, asin, asam, pedas dan manis menjadi satu dalam Boom Burger. Selain ukurannya yang boom ternyata rasanya juga boom lhoo…

Tapi kenikmatan Boom Burger ini akan lebih terasa jika dinikmati beramai-ramai dengan teman, saudara, keluarga, mantan, gebetan, siapa sajalah yang penting ramai-ramai hehehe. Porsi Boom Burger sendiri cukup untuk dinikmati 6-8 orang. Saran saya orang yang makannya paling banyak dalam satu group untuk mencoba tantangannya terlebih dahulu kan lumayan jika berhasil bisa makan Boom Burger secara cuma-cuma.

Setelah move on dari Boom Burger,  Sheraton Surabaya juga menawarkan sesuatu yang spesial di bulan Juli yaitu Banana Caramel Nougat. Namanya mungkin sedikit asing, tapi bagi yang pernah mencoba atau memakan banana cake ya kurang lebih seperti itu tapi tentu ada yang berbeda karena disini banana cake mendapat sentuhan dan kreativitas dari Chef Hefferli Vebriano dari La Patisserie Sheraton Surabaya. Banana cake yang dibuat tiga layer dengan classic butter cream serta nut crunchy caramel. Hasilnya sudah bisa ditebak ini the best banana cake yang pernah saya makan dan ini juara banget! Saya bukan pecinta manis ataupun penggemar cake dan sejenisnya tapi untuk yang satu ini saya bisa makan ber slice-slice tanpa kesulitan.

Banana Caramel Nougat (Cake)

Terakhir saya dimanjakan dengan kesegaran dan menyehatkan mocktail. Lagi-lagi yang spesial di bulan Juli yakni Berry Apple Flush. Seperti namanya Berry Apple Flush ini mengkombinasikan strawberry, blueberry, apel, lemon, dan daun mint. Segar, manis, sedikit asam dan tentunya menyehatkan ini sangat pas sebagai penutup dari menu utama Boom Burger yang cukup berat dalam arti sebenarnya karena ukuran dan rasanya yang juga boom.

Berry Apple Flush

Bulan Juli sudah berjalan dua minggu, bagi sobat sukul yang penasaran dan ingin mencoba sajian spesial dari Kawi Lounge Sheraton Surabaya bisa segera mencoba karena bulan depan tim kuliner dari Sheraton Surabaya sudah bersiap-siap untuk mempersembahkan menu spesial baru yang tentu tidak kalah spesial dari Boom Burger. So tunggu apalagi buruan serbu bulan Juli tersisa 2 minggu lagi lho…

Boom Burger IDR 380.000 include soft drink 2
Banana Caramel Nougat IDR 290.000 – cake | IDR 19.000 – slice
Berry Apple Flush IDR 40.000

Kawi Lounge at Sheraton Surabaya
Jln. Embong Malang 25-31
Surabaya
031 – 546 8000
http://www.sheratonsurabaya.com/

Bakso Urat Cak Toha – Semeru Malang

Sejak lahir dan subur seperti saat ini saya menghabiskan waktu di kota Surabaya tercinta jadi mungkin bakso yang saya nikmati selama ini adalah bakso ‘khas Surabaya’ walaupun ada label bakso atau bakwan Malang ataupun label lainnya yang banyak saya dan mungkin sobat sukul jumpai di Surabaya. Sehingga ketika saya melakukan Foodtrip ke kota Malang salah satu kuliner yang saya cari adalah bakso atau bakwan khas asli kota Malang. Tujuan awal saya adalah Bakso President yang kono katanya paling enak seantero kota Malang Raya.

Begitu tiba di lokasi Bakso President tanpa ambil pusing saya langsung nyanyi mundur-mundur cantik cantik hehehe… Antriannya ngeri sob, seandainya ada rencana menginap mungkin saya akan rela untuk mengantri dan berhubung perajalanan masih jauh dan panjang maka destinasi Bakso President pada Foodtrip kali ini terpaksa dicoret dari daftar. Tujuan berikutnya untuk kuliner bakso adalah Bakso Cak Toha yang berada di jalan Semeru kota Malang tentunya.

Bakso Cak Toha kondisinya juga ramai tapi tidak mengantri sampai mengekor seperti di Bakso President. Karena tidak begitu faham bagaimana kebiasaan pelanggan disini karena sebagian ada yang mengambil sendiri menu pesanannya jadi saya order saja bakso campur. Jika melihat penampakannya sebenarnya ini bukan kategori bakso tapi bakwan. Kadang saya sendiri juga masih sering bingung perbedaan definisi antara bakso dengan bakwan. Tapi yah sudahlah pesanan sudah diantar saatnya angkat sendok dan garpu!

Satu sendok dua sendok… satu gigit dua gigit…

Jauh dari perkiraan awal, ini tidak seperti bakso atau bakwan Malang yang ada di Surabaya. Ini rasanya jauh jauhhhhh lebih enak bahkan paket bangeeetttt. Jujur saya pribadi bukan penggemar dan penggila bakso tapi Bakso Cak Toha ini jelas salah satu bakso atau bakwan enak yang pernah saya makan bahkan mungkin yang paling enak. Setelah makan Bakso Cak Toha ngga menyesal melakukan Foodtrip ala-ala short escape berangkat pagi pulang malam tanpa menginap.

Baksonya, siomaynya, gorengnya, dan bahkan kuahnya pun enak. Dagingnya terasa, empuk, kuahnya gurih dan tidak berlemak. Saya kehabisan kata-kata, I am speechless. Empat jempol buat Bakso Cak Toha. Jika ada kesempatan lagi saya rela jauh-jauh ke Malang hanya untuk makan Bakso Cak Toha. Saya belum mencoba bakso-bakso lain di kota Malang tapi yang pasti Bakso Cak Toha ini salah satu yang the best in town!

Bakso campur IDR 19k it’s really made my day

Bakso Cak Toha
Jln Semeru no 24
Malang

Paket BukBer Ramadhan Ramah Kantong – Hotel Amaris Bintoro

Mendekati hari Raya Idul Fitri ajakan dan undangan untuk buka bersama semakin banyak dan mengantri. Yah memang beginilah kalo jadi sinyo-sinyo famous. Kali ini undangan buka bersama bersama sahabat tercinta diadakan di Hotel Amaris Bintoro. Bagi kamu yang belum tahu Hotel Amaris Bintoro ini baru dibuka dan diresmikan pada tanggal 18 Mei 2017 lalu. Belum genap sebulan, jadi wajar jika saya dan juga beberapa orang sahabat sempat bingung karena baru tahu jika di jalan Bintoro Surabaya ada Hotel Amaris, awalnya kami mengira lokasi buka bersama ini ada di Hotel Amaris Kedungdoro.

Hotel Amaris Bintoro ini menawarkan paket Ramadhan atau paket berbuka puasa yang ramah untuk kantong dan tentu saja sangat terjangkau untuk kantong orang-orang seperti saya jadi jika ada diantara sobat sukul yang hendak menjadi sponsor atau endorse saya untuk makan-makan sangat welcome dan menerima dengan senang hati sekali hehehehe… Back to topic, paket berbuka puasa di Hotel Amaris Bintoro ini berupa buffet all you can eat dengan biaya per orang IDR 65k namun bagi sobat sukul yang memiliki atau memegang KTP Surabaya ada tambahan diskon sebesar 20% jadi sobat sukul hanya cukup membayar IDR 53k per orang. Cukup murah bukan?

Untuk menu makanan jangan khawatir tersedia beberapa macam masakan yang tiap hari menyajikan menu yang berbeda-beda. Kebetulan hari ini menu untuk lauk ada Ayam Masak Gulai, Telur Kare, Tumis Tauge, Bihun Goreng, Nasi Goreng, dan tak ketinggalan Nasi Putih. Di spot yang berbeda ada menu takjil untuk berbuka puasa yaitu beberapa macam gorengan seperti Pastel, Pisang Goreng, Tape Goreng, Tahu Goreng, dan juga ada takjil lain berupa Dadar Gulung, Kurma, serta Puding. Di counter beverages atau minuan menyediakan Es Teh Manis, Jus Jeruk, Es Cao, Es Buah juga ditemani buah-buahan dan tak ketinggalan salad buah.

Yang menarik di Hotel Amaris Bintoro ini ada mini live kitchen yang pada hari ini menyediakan menu Kue Cubit dan Soto Ayam yang konon katanya tidak kalah bila dibandingkan Soto Ayam Pak Sadi karena chef yang bertanggung jawab masih kerabat dari Pak Sadi dan Quality Control serta resep dari dapur Hotel Amaris Bintoro ini dinaungi langsung atau berada dibawah manajemen Soto Ayam Pak Sadi. Well to be honest, jika sobat berharap Soto Ayamnya adalah seperti soto ayam lamongan secara umum maka sobat sukul salah besar karena soto ayam disini adalah masakan Soto Ayam rumahan dengan bumbu dan kuah kaldu yang lebih light jadi terasa lebih segar dan refreshing. Menurut saya pribadi sangat pas dan cocok sebagai makanan pembuka.

Dan lagi-lagi karena masih dalam rangka diet karbohidrat, eits jangan salah bukan anti karbohidrat tapi mengurangi. Maka pilihan menu yang saya ambil tidak jauh-jauh dari lauk dan sayur saja. Tumis Tauge, Ayam Masak Gulai dan Telur Kare. Harus saya akui Tumis Taugenya dimasak dengan tingkat kematangan yang pas sehingga tauge masih sedikit crunchy atau bahasa gampangnya masih terasa kres-kres ketika dimakan. Ayam masak gulai disini saya agak bingung karena gulai pada umumnya berwarna kuning kecoklatan sedangkan Ayam Masak Gulai di Hotel Amaris Bintoro ini berwarna merah. Menurut lidah saya sih rasanya hampir seperti bumbu bali atau bumbu rujak. But well apapun itu namanya saya habis lebih dari 10 potong ya anggap saja sebagai pengganti nasi malam ini ^_^

Jadi buat sobat sukul yang berencana untuk mengadakan acara buka bersama Hotel Amaris Bintoro ini bisa jadi salah satu alternatif. Selain harga yang sangat ramah untuk kantong, Hotel Amaris Bintoro ini juga memberikan bonus lainnya jika sobat sukul datang dengan anggota minimal 10 orang makan orang ke-11 free. Selain itu juga apabila lebih dari 30 orang akan memperoleh fasilitas free meeting room serta private buffet hanya untuk sobat sukul dan kerabat. Untuk catatan sebaiknya dilakukan pemesanan beberapa hari sebelumnya. So Happy Break Fastinghope our fasting today gets kindness….

Hotel Amaris Bintoro
Jalan Taman Bintoro no. 3-5
Surabaya
031 – 9953 4777

Begitu mendengar kata buffet dan all you can eat kuping saya terasa panas, all you can eat adalah bagi saya sebuah tantangan tersediri. Sebagai salah satu pelahap maut surabayakuliner.co.id kapasitas container saya lebih besar dari ukuran orang kebanyakan jadi jangan heran apabila saya sering makan sambil berdiri dan dengan cekatan berputar-putar diarea buffet. Untungnya kali ini saya sedikit mawas diri karena teringat keinginan untuk comeback di dunia lari sehingga mengharuskan saya untuk sedikit mengurangi karbohidrat seperti nasi, mie, kentang dan kawan-kawannya.

Dalam kesempatan kali ini saya menghadiri acara buka bersama para sahabat yang diadakan di the Sun Hotel Sidoarjo. Jujur pada awalnya saya agak skeptis jangankan makan menggila, makan kenyang pun belum tentu bisa terwujud maklum saya datang sangat terlambat. Namun begitu sampai di lokasi anggapan tersebut sirna dengan sendirinya. Harus saya akui manajemen buffet the Sun Hotel Sidoarjo ini sangat baik sehingga makanan atau masakan yang tersaji di meja buffet nyaris tidak pernah kosong dan membuat customer menunggu. Jika dibandingkan dengan pengalaman saya buka bersama di beberapa hotel dengan bintang yang sama atau bahkan diatas the Sun Hotel Sidoarjo sungguh jauh berbeda.

Untuk menu berbuka puasa the Sun Hotel Sidoarjo menawarnya berbagai macam masakan yang berbeda setiap harinya. Dan kebetulan pada saat saya berbuka puasa disana menu yang disajikan pada meja buffet utama ada Cumi Lombok Ijo, Ayam Saus Asam Manis, Tumis sayur yang berisi wortel dan baby corn, dan terakhir ada telur opor. Untuk karbohidrat ada nasi putih dan juga bihun goreng. Selain itu ada soup kacang merah. Pada meja buffet utama favorit saya tentu saja Ayam Saus Asam Manis dan Cumi Lombok Hijau. Setelah seharian penuh tenggorokan terasa kering maka rasa kecut atau asam dan sedikit manis merupakan pilihan yang pas untuk menggugah selera makan. Kemudian dilanjutkan dengan Cumi Lombok Ijo yang lebih tasty dan gurih ini benar-benar teman yang cocok untuk nasi tapi sayang saya sedang mengurangi makan nasi dan karbohidrat hehehehe…

Dan terakhir ditutup dengan Soup Kacang Merah, melihat namanya bayangan saya adalah soup kacang merah yang berwarna merah tomat dengan isian kacang merah yang empuk dan kuahnya yang kental tapi kali ini saya salah. Ternyata soup kacang merah disini hanyalah soup biasa dengan kuah bening dan rasanya sedikit light dengan isian wortel, kacang merah dan daging yang dipotong daging. Sebenarnya soupnya ini cocok karena rasanya yang ringan setelah merasakan Cumi Lombok Ijo yang gurih dan asin sehingga saat menikmati soup ini mulut menjadi lebih segar kembali dan siap untuk makan lagi.

Tak jauh dari meja utama ada meja kecil yang menyajikan menu penyetan dan juga sayur urap-urap. Untuk lauk menu penyetan ada ikan goreng, ayam goreng, dan telur dadar. Menu penyetan ini sendiri saya tidak makan banyak hanya sekedar mencicipi saja karena jujur sambalnya kurang menarik bagi saya disini sambalnya sudah dimasak terlebih dahulu seperti sambal penyetan kebanyakan. Padahal jika boleh memilih saya lebih sambal yang masih mentah seperti sambal terasi, sambal tomat, sambal pencit, sambal bawang, dll untuk berbuka puasa karena sambal yang masih mentah terasa lebih segar tentunya. Padahal awalnya saya sedikit tertarik karena menu penyetan ini disajikan dengan menggunakan nasi jagung!

Disamping menu yang saya sebutkan diatas the Sun Hotel Sidoarjo juga menyediakan menu lain seperti bubur ayam, soto ayam, bubur sum-sum, salad, kolak, es dawet, puding, dan aneka pastry yang tentu membuat pengunjung tidak sabar untuk mencicipinya. Paket Sunset Ramadhan di the Sun Hotel Sidoarjo hanya IDR 85.000 per orang dan pengunjung dimanjakan dengan suasana berbuka puasa yang nyaman dan seperti dirumah sendiri. Benar-benar pilihan menarik untuk acara buka bersana bagi sobat sukul yang berdomisili di Sidoarjo dan sekitarnya. Jika sobat sukul ada yang mau mengundang maka saya dengan senang hati akan hadir ^_^

The Sun Hotel 
Jl. Pahlawan No.1 Sidoarjo
http://www.thesunhotels.com
031-8071123

Mottainai… ‘What a Waste’ !!!

tumblr_nobdumjtUN1su85gro1_r2_500.gif

Pada tulisan atau artikel saya sebelumnya sempat saya singgung tentang mottainai dan kebetulan ada beberapa sahabat yang bertanya apa itu mottainai? Sebenarnya mottainai ini sudah ada dan banyak jika kita search atau browsing menggunakan search engine. Selain mottanai, akan saya sedikit singgung beberapa etika atau kebiasaan di Jepang yang berhubungan dengan makanan dan kuliner. Mottainai adalah perasaan atau ungkapan penyesalan masyarakat jepang karena telah menyia-nyiakan sesuatu. Dalam hal menyia-nyiakan ini erat kaitannya dengan waktu dan makanan. Jadi jangan heran jika masyarakat Jepang sangat menghargai waktu dan makanan.

Mottainai dari sisi makanan ini berawal dari kesadaran masyarakat Jepang sendiri dimana Jepang tidak memiliki banyak lahan untuk pertanian. Karena hasil pertanian yang terbatas masyarakat Jepang benar-benar memanfaatkan dan mengkonsumsi makanan terutama hasil pertanian tanpa pernah menyisakan sedikitpun. Selain itu mereka (masyarakat Jepang) selalu menghabiskan makanan yang disajikan pada mereka sebagai bentuk salah satu respect atau menghargai jerih payah petani serta chef  yang sudah dengan susah payah menanam dan menyiapkan makanan dengan sepenuuh hati sehingga mereka dapat menikmati sajian atau makanan tersebut.

Didukung oleh sajian kuliner tradisional Jepang yang disebut Washoku dimana menu utama yang disajikan adalah nasi dan miso soup dan didampingi dengan menu-menu lain seperti seafood, sayur baik berupa acar maupun dimasak dengan kuah semacam sup, dan menu tambahan lain yang semuanya disajikan dalam porsi kecil dan cukup untuk satu orang. Hal ini dimaksudkan agar makanan yang disajikan tidak ada yang disisakan dan terbuang dengan sia-sia. Jika ada bagian atau makanan yang tidak disukai bisa ditawarkan kepada teman atau keluarga yang berada satu meja dengan kita.

washoku

Di dalam masyarakat Jepang sendiri tidak menghabiskan makanan yang disajikan dianggap tidak sopan dan tidak memiliki rasa hormat terhadap makanan dan orang yang telah menyajikan makanan tersebut. Oleh karena itu sangat jarang dan bahkan hampir tidak pernah ditemui orang Jepang yang menyisakan makanan. Apabila menu atau makanan disajikan dalam porsi besar tidak jarang mereka memesan makanan untuk dimakan beramai-ramai dengan teman atau keluarga yang mungkin hal ini agak sedikit aneh bagi orang lain terutama yang berasal dari Eropa dan Amerika.

Selain makanan, mottainai banyak digunakan sebagai penyesalan karena membuang-buang waktu dengan percuma. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Jepang terkenal dengan ketepatan waktu. Menghargai waktu di dalam masyarakat Jepang tercermin dari ketepatan waktu kedatangan dan keberangkatan kereta dan bus yang menjadi moda transportasi umum masyarakat Jepang dalam menjalani rutinitas mereka sehari-hari. Bila dibandingkan dengan Indonesia keterlambatan atau jam karet sudah menjadi budaya dan sepertinya sampai mendarah daging terutama dalam dunia transportasi.

Seandainya masyarakat Indonesia bisa sedikit lebih menghargai dan memiliki perasaan penyesalan karena telah menyia-nyiakan sesuatu mungkin cara dan pola berpikir masyarakat Indonesia akan menjadi lebih baik dan lebih hemat. Dimulai dari yang remeh dan simpel seperti waktu dan makanan kemudian bisa diaplikasikan dalam penggunaan listrik, air maupun bahan bakar. Mari kita mulai dari sekarang dan dari diri kita sendiri… DON’T WASTE IT!!!

dont waste.jpg

Not a Picky Eater!

Masih terkait dengan mottainai diatas saya sebutkan jika ada bagian atau makanan yang tidak disukai bisa ditawarkan kepada teman atau keluarga yang berada satu meja dengan kita. Di Jepang memilih-milih makanan dianggap tidak sopan dan cenderung kasar. Orang Jepang sendiri umumnya tidak memiliki kecenderungan memilih-milih makanan. Sangat berbeda dan berlawanan sekali dengan masyarakat Indonesia, dimana sering kita temui pelanggan memesan makanan dengan permintaan khusus tanpa ini itu. Oleh karena itu saat ini banyak ditemui restoran atau rumah makan di Jepang yang menawarkan atau menanyakan makanan apa yang tidak disukai oleh pelanggan khususnya orang asing agar tidak ada makanan yang tersisa.

Slurping

Slurping atau menghisap mie hingga bersuara sangat normal terjadi di Jepang. Semakin bersuara semakin baik. Mengeluarkan suara saat makan dianggap wajar dan sebagai bentuk penghormatan kepada chef atau koki. Suara yang dikeluarkan saat makan menggambarkan bahwa makanan yang disajikan enak dan pelanggan terlihat menikmati makanannya. Oleh karena itu di Jepang semakin bersuara pada saat makan semakin baik.

Mengangkat Piring atau Mangkuk.

Bagi sebagian orang mengangkat piring atau mangkuk pada saat makan merupakan tindakan yang tidak sopan. Namun kebiasaan orang Jepang makan dengan makan mengangkat piring atau mangkuk adalah hal yang normal bahkan meminum sup langsung dari mangkuk sudah biasa dilakukan. Jadi jangan terlalu berharap akan tersedia sendok khusus untuk sup dalam penyajian washoku. Mengangkat mangkok dan kemudian ‘menyeruput’ kuah ramen sudah bukan hal yang aneh terjadi di kedai-kedai ramen di Jepang.

 

source pic: google

Sahabat Saya Bernama Kolesterol! #FOODPHILOSOPHY

Pada awal acara sebenarnya saya sempat sedikit was-was. Hal ini tidak lain dikarenakan pada lokasi titik kumpul atau tikum para peserta diwajibkan untuk melakukan tes kolesterol di dalam darah. Dan bisa dibayangkan betapa ngerinya saya. Padahal satu minggu sebelum acara hampir setiap malam saya pergi kulineran yang mengandung kolesterol tinggi bersama sahabat dari tim pelahap maut a.k.a dementor. Sebut saja Nasi Babat Mbok Lemu, Nasi Babat Cak Yasin, Nasi Babat Dukuh Kupang Barat, Nasi Babat kedai BCA, Tahu Campur Pak Sadak, Tahu Campur Pak Sugeng dan beberapa menu kolesterol tingkat tinggi lainnya. Ngeri ngga sob?

Setelah dilakukan pengecekan dan ternyata benar saja kandungan kolesterol saya di dalam darah mencapai angka 182. Wow banget kan dan menurut suster yang melakukan pengecekan kandungan kolesterol saya sudah dalam tahap atau level berbahaya. Dalam perjalanan dan setiap pemberhentian perasaan was-was dan ragu selalu menyelimuti. Ibarat buah simalakama tidak dimakan sayang, tapi jika dimakan ingat kolesterol hahahaha.

Selepas ‘leisuring tea time‘ di Ice Cream Zangrandi, destinasi kami selanjutnya adalah Pipe and Barrel milik Chef Ken @thebiggerchef jebolan kompetisi masak MasterChef Indonesia yang diadakan oleh salah satu televisi nasional. Sudah beberapa kali saya berkunjung ke Pipe and Barrel tapi kali ini lebih spesial karena saya dan teman-teman peserta acara melakukan kompetisi masak dadakan ala MasterChef dengan cara mengikuti resep yang telak disiapkan oleh Chef Ken dan crew Pipe and Barrel yaitu Spicy Chicken with Salted Egg Sauce dalam bahasa Suroboyoan artinya ayam pedes ambek saus ndog asin.

FOODPHILOSOPHY2

Tidak ada postingan atau artiel tersendiri yang membahas Pipe and Barrel ataupun kontes memasak ala-ala yang diadakan oleh Chef Ken. Bukan karena malas atau sedang diburu waktu untuk menyelesaikan artikel liputan event Food Philosophy bersama hemaviton Cardio lho ya. Tapi lebih dikarenakan tidak ada liputan secara khusus akibat terlalu fokus mengikuti kontes memasak ala-ala tersebut, walaupun tidak berhasil menang dan tidak mendapat hadiah acara kontes memasak ala-ala ini cukup seru dan menambah pengetahuan saya tentang memasak.

Setelah selesai acara di Pipe and Barrel kami pun bergeser menuju ke Terminal Seafood. Dan lagi saya gagal melakukan liputan tentang Terminal Seafood sehingga dengan sangat menyesal dan berat hati saya melewatkan dua moment yang seharusnya bisa saya tuangkan dalam bentuk cerita kedalam sebuah artikel sebagai bagian dari rangkaian acara Food Philosophy. Namun saya tidak berkecil hati, karena selama perjalanan dari Pipe and Barrel menuju Terminal Seafood saya memperoleh ilmu dan pengetahuan yang jarang dan mungkin tidak akan bisa saya dapatkan lagi dengan mudah di kemudian hari.

Selama perjalanan saya lebih fokus mendengarkan serta sesekali bertanya kepada Dr, Fanny Imannuddin, M.Biomed @fanny_imannuddinDr. Fanny menjelaskan bahwa tidak perlu cemas terhadap hasil kolesterol yang saya dan teman-teman peserta lain lakukan sebelum acara Food Philosophy dimulai. Lebih detail beliau menambahkan bahwa angka yang keluar dari alat pendeteksi atau untuk mengetest kandungan kolesterol dalam darah tersebut merupakan angka dari jumlah keseluruhan kolesterol kita. Padahal kolesterol sendiri terdiri dari dua macam yaitu kolesterol baik dan kolesterik tidak baik.

FOODPHILOSOPHY

Kolesterol yang baik biasa disebut kolesterol HDL (High Density Lipoprotein), walaupun kadarnya tinggi namun kolesterol HDL ini baik dan aman untuk tubuh. Bahkan tubuh sangat membutuhkan kolesterol HDL untuk menghasilkan hormone dan viramin D dalam sel dinding. Kolesterol HDL ini mengandung banyak protein. Sedangkan kolesterol yang tidak baik disebut kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein). Berbeda dengan kolesterol HDL, kolesterol LDL ini lebih banyak mengandung lemak. Umumnya tubuh mengandung sekitar 60-70% kolesterol LDL, jika kolesterol LDL terlalu banyak atau terlalu tinggi dia akan menyebabkan plak-plak pada arteri atau pembuluh darah dan ini bisa berbahaya untuk tubuh sehingga dapat menyebabkan seseorang terkena stroke dan jantung.

Apabila kandungan kolesterol tinggi maka bisa diatasi dengan cara menjaga pola makan dan mengurangi makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Selain itu juga bisa dilakukan dengan mengkonsumsi buah dan sayuran antara lain apel, anggur, alpukat, belimbing bengkuang, wortel, bayam, kembang kol, seledri, buncis dan lain-lain. Selain itu bisa juga dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung omega 3 seperti ikan laut di perairan dalam dan juga ikan salmon. Untuk memastikan kandungan kolesterol dalam tubuh seseorang harus dilakukan test labolatorium yang lebih kompleks agar dapat memperoleh hasil yang detail terkait kolesterol di dalam darah. Antara kolesterol HDL dan kolesterol LDL di dalam darah.

Mendengar penjelasan singkat dari Dr. Fanny membuat saya sedikit lebih tenang namun bukan berarti kekhawatiran saya hilang sepenuhnya. Dengan berbekal sedikit pengetahuan tentang kolesterol, keinginan untuk lebih mengontrol diri terhadap makanan yang mengadung kolesterol tinggi sempat terpikirkan, tetapi agak susah karena selalu berlawanan dengan godaan sebagai Food Blogger dimana saya harus serta dituntut untuk mencoba dan memakan apa saja tanpa terkecuali. Namun kini kekhawatiran saya semakin berkurang setelah kehadiran hemaviton Cardio, suplemen khusus untuk mengurangi dan menurunkan kolesterol di dalam tubuh. Cara mengkonsumsinya cukup mudah yaitu meminum 3 kaplet sehari. Diminum sebelum dan saat makan.

Terbukti setelah dihajar makanan full Lemak dan full kolesterol selama seharian mulai dari Soto Madura Tapak Siring, Sate Klopo Ondomohen, Bebek Sinjay, Es Krim Zangrandi, Pipe and Barrel, dan terakhir Terminal Seafood. Esok paginya ketika bangun tidur badan terasa lebih segar dan tidak terasa sakit seperti ketika tidak mengkonsumsi hemaviton Cardio. Petualangan kuliner saya lebih nyaman dan aman bersama hemaviton Cardio. Hingga tulisan ini dibuat dan dipublish, hubungan persahabatan saya dengan kolesterol semakin dekat dan kuliner pun tidak perlu was-was dan khawatir lagi. Terima kasih hemaviton Cardio.