Sahabat Saya Bernama Kolesterol! #FOODPHILOSOPHY

Pada awal acara sebenarnya saya sempat sedikit was-was. Hal ini tidak lain dikarenakan pada lokasi titik kumpul atau tikum para peserta diwajibkan untuk melakukan tes kolesterol di dalam darah. Dan bisa dibayangkan betapa ngerinya saya. Padahal satu minggu sebelum acara hampir setiap malam saya pergi kulineran yang mengandung kolesterol tinggi bersama sahabat dari tim pelahap maut a.k.a dementor. Sebut saja Nasi Babat Mbok Lemu, Nasi Babat Cak Yasin, Nasi Babat Dukuh Kupang Barat, Nasi Babat kedai BCA, Tahu Campur Pak Sadak, Tahu Campur Pak Sugeng dan beberapa menu kolesterol tingkat tinggi lainnya. Ngeri ngga sob?

Setelah dilakukan pengecekan dan ternyata benar saja kandungan kolesterol saya di dalam darah mencapai angka 182. Wow banget kan dan menurut suster yang melakukan pengecekan kandungan kolesterol saya sudah dalam tahap atau level berbahaya. Dalam perjalanan dan setiap pemberhentian perasaan was-was dan ragu selalu menyelimuti. Ibarat buah simalakama tidak dimakan sayang, tapi jika dimakan ingat kolesterol hahahaha.

Selepas ‘leisuring tea time‘ di Ice Cream Zangrandi, destinasi kami selanjutnya adalah Pipe and Barrel milik Chef Ken @thebiggerchef jebolan kompetisi masak MasterChef Indonesia yang diadakan oleh salah satu televisi nasional. Sudah beberapa kali saya berkunjung ke Pipe and Barrel tapi kali ini lebih spesial karena saya dan teman-teman peserta acara melakukan kompetisi masak dadakan ala MasterChef dengan cara mengikuti resep yang telak disiapkan oleh Chef Ken dan crew Pipe and Barrel yaitu Spicy Chicken with Salted Egg Sauce dalam bahasa Suroboyoan artinya ayam pedes ambek saus ndog asin.

FOODPHILOSOPHY2

Tidak ada postingan atau artiel tersendiri yang membahas Pipe and Barrel ataupun kontes memasak ala-ala yang diadakan oleh Chef Ken. Bukan karena malas atau sedang diburu waktu untuk menyelesaikan artikel liputan event Food Philosophy bersama hemaviton Cardio lho ya. Tapi lebih dikarenakan tidak ada liputan secara khusus akibat terlalu fokus mengikuti kontes memasak ala-ala tersebut, walaupun tidak berhasil menang dan tidak mendapat hadiah acara kontes memasak ala-ala ini cukup seru dan menambah pengetahuan saya tentang memasak.

Setelah selesai acara di Pipe and Barrel kami pun bergeser menuju ke Terminal Seafood. Dan lagi saya gagal melakukan liputan tentang Terminal Seafood sehingga dengan sangat menyesal dan berat hati saya melewatkan dua moment yang seharusnya bisa saya tuangkan dalam bentuk cerita kedalam sebuah artikel sebagai bagian dari rangkaian acara Food Philosophy. Namun saya tidak berkecil hati, karena selama perjalanan dari Pipe and Barrel menuju Terminal Seafood saya memperoleh ilmu dan pengetahuan yang jarang dan mungkin tidak akan bisa saya dapatkan lagi dengan mudah di kemudian hari.

Selama perjalanan saya lebih fokus mendengarkan serta sesekali bertanya kepada Dr, Fanny Imannuddin, M.Biomed @fanny_imannuddinDr. Fanny menjelaskan bahwa tidak perlu cemas terhadap hasil kolesterol yang saya dan teman-teman peserta lain lakukan sebelum acara Food Philosophy dimulai. Lebih detail beliau menambahkan bahwa angka yang keluar dari alat pendeteksi atau untuk mengetest kandungan kolesterol dalam darah tersebut merupakan angka dari jumlah keseluruhan kolesterol kita. Padahal kolesterol sendiri terdiri dari dua macam yaitu kolesterol baik dan kolesterik tidak baik.

FOODPHILOSOPHY

Kolesterol yang baik biasa disebut kolesterol HDL (High Density Lipoprotein), walaupun kadarnya tinggi namun kolesterol HDL ini baik dan aman untuk tubuh. Bahkan tubuh sangat membutuhkan kolesterol HDL untuk menghasilkan hormone dan viramin D dalam sel dinding. Kolesterol HDL ini mengandung banyak protein. Sedangkan kolesterol yang tidak baik disebut kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein). Berbeda dengan kolesterol HDL, kolesterol LDL ini lebih banyak mengandung lemak. Umumnya tubuh mengandung sekitar 60-70% kolesterol LDL, jika kolesterol LDL terlalu banyak atau terlalu tinggi dia akan menyebabkan plak-plak pada arteri atau pembuluh darah dan ini bisa berbahaya untuk tubuh sehingga dapat menyebabkan seseorang terkena stroke dan jantung.

Apabila kandungan kolesterol tinggi maka bisa diatasi dengan cara menjaga pola makan dan mengurangi makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Selain itu juga bisa dilakukan dengan mengkonsumsi buah dan sayuran antara lain apel, anggur, alpukat, belimbing bengkuang, wortel, bayam, kembang kol, seledri, buncis dan lain-lain. Selain itu bisa juga dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung omega 3 seperti ikan laut di perairan dalam dan juga ikan salmon. Untuk memastikan kandungan kolesterol dalam tubuh seseorang harus dilakukan test labolatorium yang lebih kompleks agar dapat memperoleh hasil yang detail terkait kolesterol di dalam darah. Antara kolesterol HDL dan kolesterol LDL di dalam darah.

Mendengar penjelasan singkat dari Dr. Fanny membuat saya sedikit lebih tenang namun bukan berarti kekhawatiran saya hilang sepenuhnya. Dengan berbekal sedikit pengetahuan tentang kolesterol, keinginan untuk lebih mengontrol diri terhadap makanan yang mengadung kolesterol tinggi sempat terpikirkan, tetapi agak susah karena selalu berlawanan dengan godaan sebagai Food Blogger dimana saya harus serta dituntut untuk mencoba dan memakan apa saja tanpa terkecuali. Namun kini kekhawatiran saya semakin berkurang setelah kehadiran hemaviton Cardio, suplemen khusus untuk mengurangi dan menurunkan kolesterol di dalam tubuh. Cara mengkonsumsinya cukup mudah yaitu meminum 3 kaplet sehari. Diminum sebelum dan saat makan.

Terbukti setelah dihajar makanan full Lemak dan full kolesterol selama seharian mulai dari Soto Madura Tapak Siring, Sate Klopo Ondomohen, Bebek Sinjay, Es Krim Zangrandi, Pipe and Barrel, dan terakhir Terminal Seafood. Esok paginya ketika bangun tidur badan terasa lebih segar dan tidak terasa sakit seperti ketika tidak mengkonsumsi hemaviton Cardio. Petualangan kuliner saya lebih nyaman dan aman bersama hemaviton Cardio. Hingga tulisan ini dibuat dan dipublish, hubungan persahabatan saya dengan kolesterol semakin dekat dan kuliner pun tidak perlu was-was dan khawatir lagi. Terima kasih hemaviton Cardio.

Advertisements